Selasa, 17 Januari 2012

Baru Keluar Kota Lagi


Selasa, 17 Januari 2012. Saya ditugaskan ke Kupang. Meliput acara peresmian kantor Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN), Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ini tugas keluar kota pertama dalam dua tahun terakhir. Meski singkat, saya tetap menerima tugas ini. Sekedar untuk refreshing, gumamku dalam hati ketika menerima tugas tersebut.

Berangkat dari Jakarta menggunakan Garuda Indonesia pukul 07.45 WIB. Berangkat tepat waktu. Tentu saja saya naik gratis karena dibayar pemerintah. Sempat transit selama 40 menit di Denpasar, lalu melanjutkan perjalanan ke ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tiba pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah di Bandara El Tari Kupang. Dari Jakarta saya jalan bersama Kabag Hukum Direktorat Jenderal Kelautan dan Perikanan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (KP3K) Bapak Hanung.

Ternyata di Kupang ada acara Partai Golkar pada saat bersamaan. Begitu pesawat yang kami tumpangi tiba, regu penyambut Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo semuanya mengenakan jaket kuning. Di mana-mana bendera Golkar bertebaran. Foto Ketua Umum partai beringin itu Aburizal Bakrie dan Bendaharanya Setya Novanto juga terpampang di mana-mana.

Dari Bandara kami langsung ke lokasi acara. Ikut dalam rombongan sang menteri. Meski sudah pakai iung-iung polisi, para pengendara kendaraan umum tidak mau peduli. Saking ingin menjaga jarak, mobil Avanza yang kami tumpangi terpaksa ngebut hingga mencium mobil rombongan yang ada di depannya. Untung sentuhannya tidak keras, sehingga tidak membahayakan kami yang ada di dalam mobil, juga tidak menimbulkan kerusakan berarti pada mobil. Kecuali Kijang Inova yang persis di depan kami sedikit penyok bagian belakangnya.

Meski terjadi insiden, tidak ada protes. Perjalanan dilanjutkan. Tibalah kami di tempat acara. Kantor BKKPN yang baru itu terletak di atas bukit di Bolok, Kabupaten Kupang. Agak jauh dari pemukiman. Pemandangan di depannya indah. Sebuah teluk. Di bibir pantai, sebuah kapal sedang melepas sauh.

Acara hari itu berlangsung hanya satu jam. Isinya, pidato-pidato para pejabat pusat dan daerah, lalu penyerahan bantuan dan penghargaan terhadap sejumlah pihak. Acara itu dihadiri juga anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar seperti Yosef Nai Soi yang datang mengenakan jas Partai Golkar.

Selesai acara, kami mencari makan siang. Padahal sudah pukul 16.00 WIT. Sebetulnya saya tidak lapar-lapar amat. Tetapi harus mengikuti pejabat yang membawa saya. Akhirnya juga makan dengan menu ikan bakar. Tadinya mau cari sei, makanan khas Kupang, tetapi restoran yang dituju close. Akhirnya terdampar di depot makan ikan bakar. Makan siang baru dilakukan pukul 17.00 WIB. Singkat cerita, kami (saya bersama dua orang pejabat dan dua staf KP3K), kekenyangan. Hujan lebat mengirigi kami menuju Hotel Swiss Belinn Kristal, Kupang, tempat kami menginap. Sebelum diambil alih Swiss Bel, nama hotel ini adalah Kristal.

Baru saja sampai hotel, saya merebahkan badan sebentar di dipan. Sejenak menyaksikan acara televisi, seperti pertandingan Liga Super Indonesia antara Persisam Samarinda versus Persib yang berakhir dengan kemenangan Persisam 2-1 dan diwarnai adu jotos antara M Ilham dan rekannya di tim nasional dari Persisam yang pernah main di Persib. Lalu menyaksikan tenis Grand Slam Australia Terbuka.

Setelah itu masuk kamar mandi. Baru saja ingin berendam air panas di Bath up, telepon berdering. "Ditunggu dilobi mau diajak makan lagi," bunyi suara lembut di balik telepon, Alfi, staf humas KP3K. Makan lagi makan lagi. Padahal, saya ingin menulis biar bisa istirahat lebih cepat. Tetapi apa mau dikata. Mengikuti keinginan birokrat. Meluncurlah kami ke Restoran Nelayan yang hanya sepelempar batu jauhnya dari hotel.

Di sana, saya hanya mencicip tiga potong udang tepung goreng, secuil ikan, dan sei, plus buah. Cukup. Selebihnya menemani para pejabat itu makan dan mendengar organ tunggal. Asyik juga. Baru pulang hotel, pukul 22.00 WITA dilanjutkan dengan menulis berita dan membuat dan mengunggah catatan ini. Inilah pengalaman keluar kota setelah dua tahun absen. (Alex Madji)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar