Selasa, 24 Juli 2012

Orang Kristen Perlu Baca Al Quran


Berita bahwa mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair masuk Katolik sudah basi karena sudah lama sekali muncul di media masa, terutama media masa Eropa. Begitupun berita bahwa dia sedang mendalami Al Quran. Tetapi sebagai sebuah blog, saya merasa masih relevan mengangkat tema ini "Tony Blair Membaca Al Quran".

Tonny Blair mengaku bahwa dia meninggalkan Gereja Anglikan bukan karena marah dengan gereja tersebut. Sebaliknya, dia "mualaf" ke Gereja Katolik karena faktor sang istri, Cherie dan keluarganya. Lebih dari itu, Blair yang pernah memimpin Partai Buruh Inggris itu merasa bahwa memang lebih betah di Gereja Katolik.

Sebagai pendatang baru di Gereja Katolik, Blair mengaku bahwa dia menerima doktrin-doktrin Gereja Katolik. Tetapi pada saat bersamaan, dia tidak lalu menjadi orang tidak mau dialog dengan orang dari agama lain. Dengan kata lain, Blair tetap mau berdialog, tanpa terhalangi oleh doktrin-doktrin Gereja Katolik. Dia terbuka terhadap aliran kepercayaan apapun, tanpa tersekat olek doktrin agama yang dianutnya. Bahkan dia berupaya untuk memahami agama lain dengan membaca kitab suci mereka.

"Ketika saya bertumbuh di Inggris Utara, rasa-rasanya hanya ada satu iman ketika itu. Meskipun, faktanya, teman sekolah saya di Durham Choristers School adalah seorang Yahudi. Tetapi saya sama sekali tidak memikirkan itu. Pokoknya hanya ada satu budaya yaitu Kristen," cerita Blair dalam sebuah debat bersama Uskup Agung Canterbury Roman Williams dan mantan Sekretaris Negara jaman kepemimpinannya di Pemerintahan Inggris, Charles Clarke.

Proses selanjutnya membuat Blair menjadi terbuka terhadap keberadaan agama-agama lain. Terutama ketika dia berada di Oxford dan berada di bawah bimbingan pastor Anglikan Peter Thompson. Dia kemudian menyimpulkan bahwa agama yang berbeda-beda itu, terutama agama-agawa Yudaisme warisan Abraham seperti Kristen dan Islam bisa bertemu pada titik yang menjadi perhatian bersama, terutama nilai-nilai universal.

Untuk memperkaya pemahamannya pada agama lain, Blair kini baca Kitab Suci mereka. Untuk memahami Islam, Blair kini membaca Al Quran. "Saya melihat Kuran dalam konteks saya sebagai orang luar. Kuran berada dalam sebuah tradisi kenabian yang besar yang mencoba mengembalikan orang ke prinsip-prinsip dasar spiritualitas. Kuran adalah sebuah deklarasi prinsip yang luar biasa progresif. Karena itu orang Kristen pun harus membacanya. Sebagai contoh ada begitu banyak referensi perihal Maria, bahkan lebih banyak dari pada yang tertulis dalam injil. Sayangnya, semuanya masih terbungkus dan salah aplikasi," tegas Blair.

Itulah sebabnya Blair mengaku bahwa sesungguhnya dia lebih tertarik pada studi-studi agama daripada politik. Sebab agama bergumul dengan kebenaran-kebenaran fundamental tentang kehidupan. Dia merasa, sekarang dia sangat memahami aturan-aturan politik, tetapi dalam agama masih begitu banyak hal yang belum tereksplorasi. Jadi, konteksnya adalah Bliar terus membaca Al Quran untuk semakin menyelami kebenaran yang ada di dalamnya guna membangun dialog yang harmonis antara Kristen dan Islam, barat dan timur.

Nah, mari kita coba meneladai ajakan Tony Blair ini. Untuk bisa memahami agama lain maka perlu ada upaya memahami inti ajarannya. Hanya dengan itu, masing-masing agama bisa saling menghargai dan, seperti kata Blair, bertemu pada nilai-nilai universal yang diajarkan pada kitab suci masing-masing agama. (Alex Madji)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar