Jumat, 24 Februari 2012

Memulai Usaha? Perlu Totalitas


Sudah dua tahun saya tidak pernah ke Kementerian Dalam Negeri. Tiba-tiba pada Rabu, 22 Februari 2012, saya mampir ke sana. Tidak untuk bertemu pejabat. Hanya membangunkan kembali memori ketika meliput di kantor itu. Tidak ada yang berubah di sana, selain gedung-gedungnya yang sudah dipoles dengan penambahan unit-unit gedung dari Gedung A sampai Gedung F.

Di ruang pers saya bertemu sejumlah teman. Masih ada teman lama, Sutomo Samsu. Yang lain rekan-rekan seprofesi yang tidak pernah bertemu sebelumnya. Tetapi kami larut dalam cerita-cerita menarik. Bukan tentang liputan, tetapi cerita-cerita motivasi.

Teman lama saya tadi, Mas Tomo, bercerita tentang dirinya yang ditawari oleh sejumlah temannya untuk segera pindah ke kantor konsultan mereka. Tetapi teman saya ini bergeming. Padahal, dia sudah sadar bahwa dia tidak bisa untuk selamanya menjadi wartawan.

Menurut dia, ada begitu banyak peluang di Jakarta Raya ini, asalkan ada keberanian untuk memulai. Dia mencontohkan, tempat-tempat kelas bermain dan taman kanak-kanan menjamur di sejumlah perumahan. Di kompleksnya saja, ada dua tempat untuk kelas bermain. Padahal, menurut pria lulusan UGM dan pernah menekuni bisnis bimbingan belajar ini, mengelola usaha seperti itu tidak sulit dan menggiurkan.

Banyak sekali cerita tentang sejumlah kisah sukses orang-orang tertentu baik yang membuka tempat bimbingan belajar kemudian melebarkan sayapnya dengan membuka warteg kelas restoran, atau orang yang membuat penerbitan seorang diri tetapi sukses pada sore itu.

Dari pembicaraan-pembicaraan itu kemudian bermuara pada sebuah kesimpulan, perlu totalitas. Artinya, kalau menekuni sesuatu memang harus total. Tidak boleh setengah-setengah. Setiap pekerjaan yang dilakukan secara setengah-setengah maka hasilnya pun tidak optimal. Sebaliknya, setiap pekerjaan yang dilakukan dengan penuh totalitas, hasilnya pun maksimal.

Karena itu bila Anda sedang menekuni bisnis, sebaiknya Anda fokus ke situ untuk mencapai hasil paling maksimal. Tinggalkan pekerjaan kantor. Jangan pernah takut kehilangan pekerjaan. Bila usaha Anda diurus nyambi kerja kantor, maka jangan berharap mendapatkan hasil yang menggiurkan.

Teman lainnya menambahkan, hal lain yang diperlukan adalah kesabaran dan ketabahan. Segala sesuatu yang dilakukan dengan sabar dan tabah pasti membuahkan hasil. Kata-kata kunci dalam tulisan ini adalah totalitas, kesabaran dan ketabahan. (Alex Madji)

Foto Ilustrasi: http://bisnisukm.com/motivasi-sukses-bisnis.html

1 komentar: