Selasa, 15 Mei 2012

Roberto Mancini, Taat Agama dan Cinta Keluarga


Roberto Mancini baru saja menjuarai gelar Liga Utama Inggris bersama Manchester City, setelah mengalahkan Queens Park Rangers (QPR) 3-2 pada laga dramatis, Minggu, 13 Mei 2012 di Stadion Etihad. Di tengah hingar bingar dan kegemerlapan perayaan kejuaraan tersebut, terselib sebuah kisah. Kisah tentang sisi lain Roberto Mancini.

Sebagai pelatih dan mantan pemain terkenal, ternyata Mancini tetaplah seorang yang taat beragama dan sangat religius. Ketika bergelimang uang, ternyata Mancini tidak pernah melupakan Tuhan. Dia tahu ada campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Tuhan tidak pernah terpinggirkan oleh kegelimangan uang dan popularitas yang dipunyainya.

Bukan hanya rajin mengikuti misa Hari Minggu bersama keluarga. Mantan pemain Sampdoria dan Lazio itu juga rajin berdoa setiap hari. Bahkan, dia juga sering mengunjungi tempat-tempat suci. The Sun memberitakan bahwa pada Maret 2012, Mancini berziarah ke sebuah tempat suci, tempat penampakan Santa Perawan Maria di Bosnia. Tempat ini sudah terkenal sebagai tempat ziarah, terutama di Eropa, meski belum diakui Tahta Suci, seperti Lourdes di Prancis atau Fatima di Portugal.

Sebelum partai terakhir Liga Utama Inggris, Minggu 13 Mei 2012, Mancini yang penganut Katolik taat itu juga menghadiri misa hari Minggu seperti biasa di Gereja Nama Suci Manchester atau Manchester's Holy Name Church. Dia mengikuti misa pukul 08.30 waktu setempat. Dia tidak datang seorang diri. Ada dua pemain City lainnya bersama dia.

Hebatnya lagi, sehabis misa, Mancini tidak segera meninggalkan gereja. Dia menghabiskan waktu 15 menit setelah misa untuk doa pribadi. Sementara dua pemainnya menunggu dia di luar gereja. Pastor gereja setempat, Romo Ray Matus mengakui bahwa Roberto Mancini mengikuti misa di gereja itu.

"Dia menghadiri misa bersama dua pemain lainnya. Setelah misa, dia menghabiskan 15 menit untuk berdoa seorang diri. Dia tampak tenang dan fokus untuk menjuarai Liga Utama Inggris," kata Romo Ray Matus seperti diberitakan The Sun.

Mancini sendiri menegaskan bahwa ada campur tangan Ilahi dalam gelar juara Liga Inggris yang diraihnya. "Ini mukjizat. Tuhan sudah menonton pertandingan ini dan sudah mengulurkan tangan-Nya kepada kami," kata Mancini seperti dikutip Sky Sports.

Yah, Mancini memang berdoa setiap hari. Dia memohon perlindungan Tuhan untuk kehidupannya dan keluarganya secara umum. "Saya tidak mengatakan sesuatu yang lain di ruang ganti. Saya hanya membicarakan sepakbola. Ini hal pertama yang paling penting. Bermain sepakbola itu sangat penting," kata Mancini seperti dilaporkan Manchester Evening News.

Selain rajin dan tekun berdoa, Mancini adalah seorang penyayang keluarga. Ketika para pemain dan pelatih memilih gonta ganti pacar atau kawin cerai dengan begitu gampang, Mancini tetap setia dengan istrinya, Federica. Dia sudah menikahi perempuan ini selama 20 tahun. Darinya lahir tiga orang anak, dua laki yaitu Filipo dan Andre, serta satu anak perempuan.

Filipo dan Andrea juga mengikuti jejaknya berkiprah di dunia sepakbola. Ketika Mancini melatih Inter Milan, Filipo dan Andrea masuk tim muda Inter Milan. Bahkan Filipo sempat main 10 menit di Copa Italia. Nah, begitu pindah ke Manchester City, Filipo dan Andrea pun ikut pindah. Keduanya kini menjadi skuad tim U-21 Manchester City.

Mancini telah memberikan sebuah teladan hidup.Dia tidak silau dengan uang dan popularitas,lantas meninggalkan Tuhan. Dia mengakui adanya Tuhan dan membuat karya-karya agung atas kehidupan pribadi dan keluarganya. Selamat ya Mancio. (Alex Madji)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar