Senin, 07 Mei 2012

Juara Baru Liga Inggris


Saya pernah menulis di blog ini tentang pernyataan pelatih Manchester City, Roberto Mancini bahwa peluang timnya merebut gelar pertama dalam 44 tahun terakhir sudah tertutup. Ketika City berjarak 8 poin dari rival sekotanya, Manchester City atau MU, Mancini lempar handuk. Dia menegaskan, gelar juara musim ini sudah menjadi milik Manchester United (MU) sebuah tim yang fantastastis dengan mental juara yang fantastis pula. Mental juara, kata Mancini, tidak dimiliki oleh timnya.

Dalam tulisan itu saya menegaskan bahwa ini adalah strategi Mancini. Bukan lempar handuk dalam arti yang sebenarnya. Dia meniru strategi pelatih Barcelona Pep Guardiola yang melempar handuk atas Real Madrid saat jarak keduanya juga delapan poin. Tetapi makin lama, jarak itu diperpendek hingga akhirnya tinggal empat poin, sebelum kemudian Barcelona takluk dari Real Madrid Camp Nou dan kalah dalam perburuan gelar juara La Liga untuk keempat kalinya.

Baik Guardiola maupun Mancini mencoba memberi tekanan terhadap lawan-lawannya dengan mengatakan bahwa mereka sudah menjadi juara. Dengan harapan bahwa mereka berpuas diri dan berleha-leha. Ketika itulah, City mengejar. Dan, ternyata kemudian terbukti. City berhasil menyalib MU, meski dengan nilai sama tetapi unggul selisih gol.

Pelatih MU Sir Alex Ferguson kemudian juga menilai bahwa pernyataan lempar handuk Mancini itu hanyalah sebuah strategi dan taktik. Bukan pernyataan menyerah. Itu pula sebabnya Ferguson menuduh City sebagai tetangga yang brisik.

Sekarang, ketika City berada di puncak klasemen dan selangkah lagi menjuarai Liga Utama Inggris untuk pertama kalinya dalam 44 tahun terakhir, Mancini pun berubah. Tidak ada lagi pernyataan yang menyebutkan bahwa gelar juara Liga Inggris musim ini adalah milik MU. Dia kembali optimis bahwa City bakal meraih gelar juara Liga Inggris. Meskipun itu sangat tergantung mereka sendiri. Bila menang melawan Queensland Park Rangers (QPR) pada Minggu, 13 Mei 2012 maka mereka merengkuh gelar juara. Tetapi kalau tidak, mereka melemparkannya ke rival sekotanya, MU.

Untuk itu yang City lakukan sekarang adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadap partai pamungkas itu. Tetapi, kata Mancini, bila mereka bermain seperti saat melawan Necastle United pada Minggu 6 Mei 2012 malam, maka peluang mereka menang besar sekali.

Nah bila itu yang terjadi maka lahirlah juara baru di pentas Liga Inggris musim ini, yaitu Manchester City. Untuk para pendukung City, siap-siaplah berpesta. Sementara untuk pendukung MU berdoalah agar City kalah di Etihad dan MU menang atas Sunderland di Stadium of Light. (Alex Madji)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar