Minggu, 02 Desember 2012
Pada Quantum Itu....
Seorang teman saya, Julius Jera Rema atau yang dikenal dengan inisial JJR menuliskan pengalaman proses penyembuhannya di sebuah mailing list. Sebenarnya secara matematis, seharusnya JJR telah tiada. Tetapi nyawanya terselamatkan oleh seseorang bernama Dokter Heri Soewarno. Itulah mukjizat yang pernah dialami JJR dalam hidupnya. Pengalaman tersebut sudah saya tulis di blog ini.
Tetapi kali ini, JJR sendiri mengisahkan sebuah proses penyembuhannya. Sebuah dialog antara JJR dengan dokter Heri. Atas seijin dia, saya menerbitkan penuturannya tersebut di blog ini.
"Apa yang JJR tahu tentang prinsip dasar terapi (akupuntur) ini," tanya dokter Heri, suatu ketika. Saya jawab, tidak tahu! Dia melanjutkan, "bagian apa dalam tubuh (badan) kita yang paling kecil?" Saya jawab, "sel!" "Anda adalah orang kesekian ribu yang salah menjawab," kata dr Heri.
Kata dia, bagian terkecil dalam tubuh bukan sel! Di bawah sel masih ada molekul, di bawah molekul ada atom, di bawahnya ada proton, lalu newton, selanjutnya "quantum". Newton hingga sel, itu "seeable" alias bisa dilihat, baik dengan mata telanjang juga microskop.
Lalu bagaimana dengan "quantum?" Ini yang menarik!! "Quantum itu mind," kata dr Heri. Tak bisa dilihat tetapi "ada". "Lha, apa itu "big master" (sapaan akrab saya untuk dr Heri)," tanya saya.
Begini: (dia justru menggunakan teori bahasa untuk menjelaskan). Dalam teori "semantik segitiga" bahasa, quantum hanya memenuhi prinsip segi dua. Jika "semantik segitiga" mensyaratkan tanda/lambang, konsep, dan referen atau objek, teori ini tidak bisa menjelaskan "quantum". Sebab, quantum hanya mempunyai unsur tanda (q-u-a-n-t-u-m), serta konsep dalam pikiran yang disepakati sebagai quantum, tetapi tanpa referen. Tidak ada yang bisa dilihat (indra) sebagai referen/objek quantum karena makluk ini memang tidak bisa dilihat. "Dia ada, tapi tiada, tiada tapi ada hahhaha," dr Heri terbahak, merespon kebingungan saya.
Lalu, apa urusannya dengan terapi ini? Saya balik bertanya. Jarum akupuntur ini dari aluminium, dr Heri mulai menjelaskan. Jenis logam ini bersenyawa dangan atom tubuh kita. Saat ditusuk ke tubuh, dia bertemu atom tubuh dan bersenyawa membentuk molekul tubuh. Molekul lalu bertemu nutrisi makanan, mereka membentuk sel tubuh. Selanjutnya, sel yang rusak dalam tubuh diganti sel baru melalui mekanisme organisme tubuh.
"Nah, tapi kan ada proton dan newton, serta quantum yang di bawah atom itu, kemana mereka? Apakah mereka tidak bersenyawa dengan atom dan molekul tubuh untuk membentuk sel tubuh," saya lanjut bertanya.
"Pertanyaan bagus, "kata dr Heri. "Begini: prinsip kerja proton dan newton itu dua arah. Pertama, peka (respon) ke atas yakni ke atom, kedua, peka ke bawah yakni ke quantum. Kerja atom seperti yang saya jelaskan tadi. Tapi kerja quantum?? Karena quantum hanya "ada" dari "tiada", "tiada" tapi "ada" maka saya boleh menyebutnya "mind". Quantum ada pada "mind", tetapi "mind" itu mensyaratkan "keyakinan" alias "belief/trust"! Menghadirkan quantum hanya bisa lewat "mind" yang diperkuat "belief", jelas dr Heri lebih lanjut.
"Apa agamamu," tanya dr heri. "Saya katolik". Ya, apakah ada dalam agamamu sesuatu yang tidak kalian lihat tapi kalian percaya memberi pertolongan? saya jawab ada! "Namanya Roh Kudus", kata saya sekenanya hahahhaaaa.
"Nah, good! Dalam teori terapi ini, saya menyebutnya quantum, dan JJR menyebutnya Roh Kudus. Itu sama, hanya kita menyebutnya berbeda," kata dokter Heri.
Dia melanjutkan, "Ingat waktu pertama kali saya terapi JJR, saya katakan jarum ini hanya alat, yang menyembuhkan kamu itu "Yang Di Atas". Karena itu saya minta kamu berdoa.
Secara teknik, jika kita mampu menghadirkan quantum dangan penuh keyakinan, maka bagian tubuh yang paling peka adalah proton dan newton. Keduanya segera merespon dan seketika bersenyawa dengan atom, lalu molekul, lalu sel. Demikian seterusnya."
"Big master, ajari saya cara efektif menghadirkan quantum," saya meminta. "Gampang, "kata dia. "Kamu sering-sering meditasi. Cara berdoa ini punya banyak manfaat. Secara spiritual bisa terkait langsung dengan quantum, tetapi secara fisik bisa menjaga keseimbangan psikis dan fisik. Hanya ada dua tempat yang bagus di bumi ini untuk meditasi. Anda ke gunung sekalian atau anda ke tepi pantai. Di dua tempat itu oksigen (o2) sangat bagus, tidak hanya kualitas tapi juga bobotnya."
"Secara fisik, meditasi mensyaratkan hening. Hening memudahkan respon saraf, baik saraf sadar dalam tubuh maupun saraf tak sadar. Pusat saraf sadar adalah otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Orientasi otak kiri (logis, matematis), otak kanan (seni, rasa, intuisi, juga nurani). Quantum dekat dengan otak kanan."
"Pusat saraf tidak sadar adalah sum-sum tulang belakang. Ada 2 jenis sarah tak sadar yakni saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik. Saraf tak sadar ini yangg menggerakkan irama jantung, ginjal, limpah, hati, dll. Secara mekanik, jika ada respon pada otak kanan yang menyenangkan, pesan itu langsung ditangkap saraf parasimpatetik (tak sadar) untuk selanjutnya memberi sinyal pada jantung. Seketika irama jantung lebih pelan, smooth, dan seseorang merasa lebih cool, tentram. Tak heran jika kondisi ini yang diharapkan seseorang dalam mengambil keputusan penting. Jika ini yg terjadi, seseorang itu akan mengatakan," jelas de Heri panjang lebar.
"Saya bersyukur karena memutuskan sesuatu berdasarkan kata hati, suara hati (nurani)," gumam saya dalam hati. Padahal, secara fisik yang disebut kata hati itu adalah pekerjaan otak kanan. Demikian juga jika pesan dari otak kanan adalah sebaliknya, maka sinyal itu langsung ditangkap saraf simpatetik. Dampaknya otomatis berlawanan dengan parasimpatetik. Kacau, stress, marah marah, dll.
Secara spiritual, meditasi itu jalan masuk menghadirkan quantum (roh kudus). Yang tampak abstrak ini ternyata bisa dijelaskan secara konkrit dalam teori Dokter Heri.
"Jika Anda, melalui "mind" dengan penuh keyakinan mengharapkan quantum agar ada, maka dia ada. Untuk memastikan "ada"nya yang abstrak itu, ternyata bisa secara konkrit dikonfirmasi melalui perpaduan saraf sadar dan saraf tak sadar sekaligus. Ada banyak feel yang bisa dipakai, tetapi yg gampang adalah rasakan irama jantungmu, jika lebih pelan, teratur, dan anda tentram, itu pekerjaan quantum," kata dr Heri.
Tak heran, jika dr Heri terus berharap saya rajin meditasi. Meski, untuk mencapai keseimbangan seperti yang diharapkan, masih jauh dari ideal. Apalagi, meditasi dengan orientasi luar biasa yakni quantum itu tadi. Itu sungguh sebuah perjuangan yang tak boleh lelah.
Saya bersyukur bisa bertemu dokter budhis ini yang tampak lebih katolik dari saya hahahaa. Saya makin kagum aja hehehee.
Dalam termangu, aku hanya bisa berbisik dalam hati, "akhhh, dr Heri mau suruh saya berdoa aja muternya jauh amat, pake teori atom proton sgala hahahaaa".....tetapi, kenapa penjelasannya logis dan bisa saya trima?? Lebih dari itu saya adalah orang yang langsung mendapat manfaatnya......??
Terserahlah, hanya Tuhan dan dr Heri yang tau....
Thanks Tuhan, thanks dokter Heri.....
Begitulah penuturan JJR tentang dialognya dengan dr Heri. Atas saran Sang Master, JJR pun rutin bermeditasi di pertapaan Romo Yohanes Indrakusuma di Lembah Karmel Ocarm, Cipanas, Jawa Barat. Penuturan ini pun ditulisanya dari sana, di tengah-tengah keheningan meditasinya, merasakan kuantum yang ada tapi tak nyata. (Alex Madji)
Foto: Julius Jera Rema atau JJR dengan kaca mata hitam yang menjadi ciri khasnya. (Foto: Alex Madji)
Jumat, 30 November 2012
Ingin Blog Ini Jadi “Emas”
Jumat, 30 November 2011 saya mengunjungi blog milik Joko Susilo di www.jokosusilo.com. Blog ini sangat ramai. Hal itu terlihat dari jumlah komentar pada setiap artikelnya. Rata-rata di atas 100 komentar per artikel. Juga, jumlah yang like di page facebook-nya mencapai 43.071. Padahal, dari sudut “updating”, blog ini tidak di-update setiap hari. Sekali dua hari baru di-update. Tetapi setiap informasi yang disampaikannya adalah "emas". Pengetahuan dan informasi yang sangat berharga bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang mencintai dunia maya.
Dari sekian banyak artikel di sana, yang menyedot perhatian saya adalah tulisannya berjudul "9.157.946 View itu Dimulai dari Page View Pertama" yang diposting pada 15 November 2012. Artikel ini menceritakan catatan tentang jumlah halaman yang dilihat pemirsa blog tersebut sepanjang waktu sejak didirikan pada Januari 2008. Sepanjang sejarah blog itu, total pageview-nya sudah mencapai 9.157.946 kali. Luar biasa.
Begini penuturan dia, "Lama tak cek stat blog, tadi iseng-iseng buka statistik blog ini. Di statistik wordpress, tertera angka 9,157,946 views all-time. Artinya, blog JokoSusilo.com ini sudah dilihat sebanyak 9.157.946 kali. Ya, angka tersebut merupakan salah satu pencapaian yang diraih blog ini selama online di bloghosphere sejak Januari 2008."
Dia melanjutkan, "Jadi jika di Indonesia anggap misal ada sekitar 50-an juta pengguna internet, dan dianggap masing-masing visitor berkunjung sekali, berarti kira-kira satu dari lima pengguna internet di Indonesia pernah mengunjungi blog ini."
Membaca ini, saya langsung kecut. Pasalnya, blog saya ini masih jauh dari itu. Lebih dari itu, isi blog saya ini belum segmented dan terarah seperti dia. Tetapi pada saat bersamaan saya terlecut pesannya untuk terus maju dan membenahi blog ini. Sebab bukan tidak mungkin, blog ini akan sampai pada pencapaian seperti itu.
Saat ini, data per 30 November 2012, pageview sepanjang masa blog saya ini memang baru 102.811. Tetapi, menurut saya, angka ini cukup lumayan. Sebab, saya baru serius mengasuhnya selama hampir 1,5 tahun terakhir. Tentu saaya belum puas dengan capaian itu. Minimal, saya ingin seperti capaian Joko Susilo. Bila perlu lebih dari itu. Mudah-mudahan suatu saat blog ini bisa “emas” dan berguna bagi banyak orang..
Niat itu semakin diteguhkan oleh kata-kata Joko Susilo dalam artikelnya tadi. Dia menulis, "Apapun bidang kegiatan atau pekerjaan anda saat ini. Tak perlu minder atau merasa tak percaya diri dengan kondisi yang anda alami saat ini. Selalu optimis dengan apa yang anda harapkan. Bersyukur dengan apa yang diperoleh dan dialami. Dan tantang diri anda untuk meraih yang lebih baik lagi dengan doa dan berusaha." (Alex Madji)
Rabu, 28 November 2012
Mengintip Aktivitas Public Figure Politik di Twitter
Selasa, 27 November 2012 saya alpa meng-update blog ini. Rencananya saya menulis tentang tema ini kemarin sore dari rumah. Tetapi ternyata gagal karena sejumlah kegiatan. Nah, Rabu 28 November 2012 ini saya ingin menulis tentang aktivitas para tokoh publik, utamanya di bidang politik di media sosial khususnya di twitter.
Saya mengikuti (follow) akun sejumlah pengamat, tokoh, dan politisi di Indonesia. Sebagai contoh, saya menjadi follower Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring (@tifsembiring) yang memiliki followers sebanyak 464.239 dan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana (@dennyindrayana) dengan followers 121.066.
Dibanding Denny, Tifatul Sembiring jauh lebih aktif dalam berkicau. Hal itu terlihat dari data tweet mereka per Rabu 28 November 2012 pukul 12.15 WIB. Tifatul sudah 18.156 tweets, sedangkan Denny Indrayana baru 10.309. Aktivitas Denny mungkin menurun setelah mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu tersandung karena kicauannya yang memojokkan para pengacara, sehingga dia harus berhati-hati dalam berkicau.
Sementara di kalangan pengamat dan aktivis politik Fajroel Rachman adalah yang paling aktif. Pemilik akun @fajroel ini memiliki 134.541 followers dengan 121.855 kali tweet. Banyak hal yang dikicaukan Fajroel. Misalnya, "Kenapa yang diutamakan mobil listrik dan mobil esemka? Bukankah transportasi publik yang harus jadi prioritas, tanya ke Menperin MS Hidayat." "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 4.315.597 turun 0,51 persen."
Yang tidak kalah aktifnya adalah Rektur UIN Komarudin Hidayat dengan nama akun @komar_hidayat. Sang Profesor sudah 15.373 berkicau dengan jumlah pengikut 133.088. Banyak hal yang dikicaukan mantan Ketua Panwaslu Pemilu 2004 ini, mulai dari percikan pemikiran dan renungan, sampai aktivitasnya pribadinya.
Sedangkan dari kalangan anggota partai politik, Indra J Piliang yang dulunya seorang peneliti CSIS dan pengamat politik tetapi kemudian bergabung dengan Partai Golkar adalah yang paling aktif. Pemilik akun @IndraJPiliang itu sudah 83.979 kali berkicau dengan jumlah pengikut 61.051. Sementara pengurus Partai Demokrat Ulil Abshar Abdallah dengan alamat akun @ulil baru 68.737 kali berkicau, meski unggul dalam jumlah pengikut (215.455 orang) dibanding Indra.
Anggota DPR Budiman Sudjatmiko dengan akun @budimandjatmiko menjadi anggota PDI Perjuangan yang paling aktif berkicau di twitter. Dengan followers 82.675 orang, mantan pentolan PRD ini sudah 49.223 kali berkicau. Dia mengalahkan mantan Sekjen partai moncong putih Pramono Anung yang memiliki akun @pramonoanung. Wakil Ketua DPR itu unggul jumlah pengikut atas Budiman Sudjatmiko dengan 91.638, tetapi baru 10.749 kali berkicau atau kalah jauh dari Budiman.
Kader PDI-P yang cukup juga aktif di twitter, terutama menjelang pemilihan kepala daerah (pemilukada) Jawa Barat adalah Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (@tmasduki) yang maju sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar.
Sementara Ketua Umum Partai Demokrat yang sedang menghadapi masalah terkait sejumlah tuduhan kasus korupsi dalam sejumlah kasus, Anas Urbaningrum yang memiliki akun @anasurbaningrum paling jarang berkicau di twitter. Meski jumlah followernya mencapai 169.243, tetapi baru 8.519 kali kicauan.
Apa yang disampaikan di atas hanyalah sebuah fakta. Meski kecil tetapi data-data ini cukup memberi makna. Angka-angka di atas paling tidak berbicara banyak tentang popularitas mereka. Popularitas akan menjadi sangat penting bagi mereka, terutama menjelang pemilu 2014 demi terpilih kembali. (Alex Madji)
Senin, 26 November 2012
Ketika Kegembiraan Natal Menyergap
Dalam penanggalan liturgi Gereja Katolik, Minggu, 25 November 2012 kemarin adalah Hari Raya Tuhan Raja Semesta Alam. Ini menandai berakhirnya masa biasa dan siap memasuki masa adven, masa penantian akan kelahiran Tuhan Yesus Kristus yang disebut natal pada 25 Desember. Masa adven tahun ini dimulai pada Minggu, 2 Desember 2012.
Sementara dalam Gereja Kristen Protestan, masa adven tidak dikenal. Begitu memasuki Desember, mereka merayakan natal. Karena itu sering kali natal bersama di gereja-gereja ini dirayaka sebelum tanggal 25 Desember. Padahal di dalam gereja Katolik, natal bersama baru bisa digelar setelah natal atau dilakukan selama masa natal, bukan pada masa adven.
Terlepas dari perbedaan seperti itu, seminggu sebelum memasuki bulan Desember, suasana kegembiraan natal mulai tercium. Pohon-pohon natal sudah mulai dipasang di rumah-rumah dan di kantor-kantor, dan pusat-pusat perbelanjaan. Jadwal kebaktian natal sudah ditempelkan di papan-papan pengumuman kantor.
Sebuah teman di facebook, misalnya, mengabarkan bahwa dia sudah memasang pohon natal di rumahnya dua minggu sebelum memasuki bulan Desember. Di suatu kantor di kawasan Gatot Subroto juga, sebuah pohon natal mini nan mungil dipasang di depan kursi seorang karyawan kantor itu lengkap dengan lampu natal kerlap kerlip.
Sementara di sebuah grup Blacberry Messanger (BBM), seorang kawan mengirimkan undangan lomba koor dari sebuah mal di kawasan Jakarta Selatan. Dia lalu menanyakan anggota grup BBM itu yang dulunya adalah anggota klompok koor Magnificat Gereja Katolik Hati Kudus Kramat Jakarta Pusat apakah mau mengikuti lomba berhadiah Rp 22 juta tersebut. Tetapi karena lama tidak ngumpul dan tidak aktif, maka sebagian anggota yang mayoritas sudah menikah dan sudah punya anak tersebut memutuskan untuk tidak terlibat dalam perlombaan ini.
Jauh sebelum itu, teman lain lagi mengirim undangan perlombaan paduan suara menjelang natal di sebuah mal di kawasan Bumi Serpong Damai. Bahkan perlombaan koor ini diiming-imingi hadiah senilai Rp 30 juta.
Kelompok koor yang saya sebutkan tadi beberapa tahun silam memang rutin mengikuti lomba koor menjelang natal di mal-mal. Pernah meraih juara satu. Pernah juga meraih juara harapan satu. Meski hadiahnya tidak seberapa ketika itu, tetapi kegembiraan mengikuti lomba sungguh luar biasa. Rela mengikuti latihan berjam-jam sepulang kerja atau menghabiskan malam minggu untuk berlatih. Kegembiraan itu kukan melulu karena lombanya, tetapi terutama karena gairah natal yang begitu luar biasa dan mempesona.
Kegembiraan itu kini mulai, seminggu menjelang Desember. Lagu-lagu natal, lamat-lamat mulai terdengar. Pernak pernik natal mulai menghiasi pusat-pusat perbelanjaan. Tidak ketinggalan diskon-diskon natal dan akhir tahun yang menggiurkan menjadi bagian integral dari kegembiraan natal itu.
Nah, menjelang masa adven dan natal tahun ini, saya hanya berharap semoga kegembiraan natal seperti yang sebut di atas tadi juga menyergap Anda, dalam kondisi apapun Anda. Semoga dalam kegembiraan itu, Anda menyambut Dia, sang Juru Selamat. Minimal, Anda bisa membagikan kegembiraan itu kepada orang lain di sekitar Anda. Akhirnya, selamat menikmati kegembiraan dan keceriaan natal. (Alex Madji)
Sabtu, 24 November 2012
Tips Jadi Miliarder Melalui Blog
Dalam edisi Sabtu, 24 November 2012 ini saya mencoba menjahit dan mendaur ulang dua artikel tentang bagaimana meningkatkan pengunjung blog melalui mesin-mesin pencari dan ngblog itu ternyata bisa mendatangkan uang, bahkan bisa menjadi orang kaya. Dua artikel itu saya ambil dari situs Tempo.co yang melapor tentang kegiatan Kopdar Blogger Nusantara di Makassar, Sulawesi Selatan dalam tiga hari ini. Kedua artikel itu saya rangkum dalam judul di atas, "Tips Jadi Miliarder dari Blog".
Acara itu diisi dengan talk show dan workshop yang bertujuan membekali para blogger, khususnya untuk para pemula tentang bagaimana menulis kreatif dan bagaimana menghasilkan tulisan yang bermanfaat dan berkualitas. Para peserta Kopdar Blogger Nusantara yang diikuti oleh blogger dari hampir seluruh Indonesia itu juga dibekali dengan ilmu fotografi.
Pada salah satu sesi, tampil sebagai pembicara adalah Ketua Komunitas Anging Mamiri yang merupakan komunitas blogger paling Populer di Sulawesi Selatan Syarifullah Daeng Gassing. Menurutnya, para penjelajah Internet biasanya mencari blog atau artikel yang mereka butuhkan melalui mesin pencari, seperti Google, Yahoo!, atau Bing. Mereka akan menuliskan kata kunci yang dicari dan bukan alamat blog. Jika seorang blogger bisa memunculkan blog-nya pada urutan pertama dalam daftar hasil pencarian, dia bisa disebut sangat beruntung. Sebab, posisi alamat blog di Google juga bakal menentukan jumlah kunjungan ke blog tersebut.
Karena itu dia membagi tips supaya blog Anda bisa tampil pada urutan teratas daftar pencarian Google.
Pertama, adalah dengan aktif menulis artikel dan melakukan blog update. Jika blog rutin diisi tulisan baru, otomatis popularitasnya di Google terangkat. Dengan demikian, peluang blog ini untuk tampil pada urutan pertama dalam sistem algoritma mesin pencari itu meningkat.
Kedua, blogger bisa memasukkan sejumlah kode tertentu berupa kata kunci agar mudah terkait dengan mesin pencari. Kata kunci ini ditempatkan pada tag judul. Ini lantaran mesin pencari biasanya memantau bagian awal dari sebuah laman, seperti judul.
Ketiga, mengupayakan agar tautan pada blog bisa dipromosikan oleh blog atau situs lain. Ini akan menjadi semacam bentuk dukungan yang bisa menarik traffic dari situs lain.
Keempat, jangan memasang foto berukuran besar atau musik karena akan memperlambat waktu pengunjung untuk mengaksesnya. Seorang blogger juga sebaiknya memperhatikan tampilan pada berbagai peramban, seperti Firefox, Mozilla, Internet Explorer, Opera, dan Safari.
Hasilkan Duit
Sementara itu, blogger Asri Tadda pada acara yang sama mengatakan, menjadi blogger selain untuk menyalurkan bakat menulis, tetapi juga bisa mendatangkan uang banyak bila ditekuni secara serius. Di luar negeri, para blogger yang sudah lama eksis dan rutin membuat tulisan, penghasilan yang diperoleh dalam sebulan bisa mencapai miliaran rupiah. Di Indonesia, kondisinya tak jauh berbeda. Asri sendiri adalah salah seorang blogger profesional di Makassar. Blog yang ia kelola adalah www.asritadda.net. Ia juga memiliki sekolah blogging bernama Asta Media Group.
Asri menjelaskan, jika seorang blogger berniat menjadikan blog sebagai sumber penghasilan, dia harus menekuninya dengan serius. Kuncinya adalah rajin melakukan updating. “Kalau pengelolaannya bagus, penghasilan yang masuk lumayan,” ucapnya.
Asri sendiri sudah membuktikannya. Saat ini, dia memiliki hampir 1.000 blog. Tidak semua dia kelola sendiri, melainkan ada tim khusus yang melakukannya. “Dari beberapa blog yang saya kelola, penghasilan yang masuk bisa mencapai Rp 200 juta dalam sebulan,” kata Asri, yang juga melayani konsultasi komersial untuk memenangi pencarian di Google.
Karena itu dia melihat masa depan bloging ini sangat cerah. Apalagi internet semakin sering dan mudah diakses publik, yang membutuhkan informasi cepat dan spesifik.
Hal senada diungkapkan blogger profesional asal Jakarta, Budi Putra. Menurutnya, ada dua tipe blogger dengan penghasilan menjanjikan. Pertama, blogger yang juga bekerja sebagai publisher. Kedua, blogger yang bekerja sebagai penulis freelance.
Blogger merangkap publisher, bisa menentukan tema apa yang ingin diangkat. Salah satu keuntungan menjadi blogger yang juga publisher adalah bisa terus menulis secara aktif dan menarik pengiklan. Dari iklan itulah fulus datang. “Blogger bisa menentukan sendiri tarif iklan yang akan dikenakan untuk setiap produk yang dipromosikan di blog-nya,” ucap Budi.
Sedangkan untuk freelance blogger, artikel yang dibuat biasanya berasal dari pesanan pengelola blog atau sesuai dengan tema yang diminta. Blogger akan mendapat bayaran sesuai dengan tulisan yang dimasukkan.
Budi, yang telah mencoba tipe ini, pun mengakui bahwa penghasilan yang diperolehnya sangat lumayan. “Yang pasti, penghasilan dari menjadi blogger jauh lebih besar ketimbang gaji yang diterima seorang karyawan perusahaan,” katanya.
Freelance blogger, menurut Budi, paling banyak dicari perusahaan luar negeri. Di samping mengelola blog sendiri, ia menganjurkan siapa pun untuk menjadi freelance blogger jika ingin menjadikan blog sebagai sumber mata pencarian.
Baik Asri maupun Budi tidak melihat jaringan media sosial seperti Facebook, Twitter sebagai pesaing bol. Sebab karakter blog dengan media-media sosial itu berbeda. Media-media sosial tidak bisa menulis panjang seperti blog, kata Asri. Sementara Budi berpendapat, media sosial justru menjadi alat untuk publikasi. Apalagi situs jejaring sosial yang banyak digunakan saat ini bisa secara otomatis dihubungkan ke blog untuk keperluan publikasi. “Ini bisa menjadi salah satu cara untuk menarik pembaca ke blog kita,” tutup BUdi. (Alex Madji)
Jumat, 23 November 2012
Lawson yang Sepi Itu
Jumat, 23 November 2012 saya janjian dengan teman di Lawson, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Sebelumnya, kami ingin bertemu di Seven Eleven (Sevel) di Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Tetapi seorang teman mengatakan, Sevel terlalu ramai. Lawson agak sepi, sehingga enak untuk diskusi. Memang, jarak kedua tempat ini hanya sepelemparan batu jauhnya. Kalau mau olahraga, Lawson Percetakan Negara bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Sevel Salemba. Atau kalau mau naik angkot cukup sekali naik yaitu APB 04 jurusan Rawasari.
Baru kali ini saya nongkrong di Lawson. Selama ini saya selalu nongkrong sambil menyeruput secangkir capuccino panas ketika senja tiba di sejumlah Sevel di wilayah Jakarta. Keseringan nongkrong itu kemudian mendorong saya untuk menulisnya di blog ini.
JUmat sore itu Jakarta mucet. Wilayah lain Jakarta baru saja diguyur hujan. Tetapi wilayah Percetakan Negara masih kering, meski mendung menggelayut tebal. Beberapa saat setelah tulisan ini dimulai, hujan lebat pun meluncur deras di luar.
Suasana Lawson yang lumayan luas dan lega sore itu cukup lengang. Ada beberapa meja yang tersedia. Setiap meja ada empat kursi. Tetapi tidak semuanya terisi. Kalaupun ada, hanya satu orang setiap meja. Ketika saya datang, di lantai atas ada dua orang pemuda duduk santi sambil merokok. Tak lama berselang, salah satunya begegas pergi.
Saya lalu mengambil meja di pojokan dekat "loket" minuman. Di depan saya, seorang pemuda duduk seorang diri sambil berselancar internet gratis. Maklum Lawson itu menyediakan wifi yang bisa diakses semua pengunjung. Tak lama kemudian, sekelompok orang gadis anak baru gede (ABG) berseragam sekolah menengah atas masuk. Sebagian dari mereka mula-mula berkeliling stan makanan dan minuman yang ada lalu masuk toilet. sejurus kemudian, mereka berkeliling memilih makan ringan kesukaan mereka lalu mengantri di kasir dan duduk di pojok yang lain dekat pintu masuk.
Suasana Lawson ini memang tidak seramai Sevel. Entah kenapa. Mungkin karena letaknya di tempat-tempat yang tidak terlalu ramai. Beda dengan Sevel yang gampang ditemui di perempatan-perempatan jalan. Padahal, kalau dilihat dari harga barang, harga minumannya lumayan murah. Satu gelas Nestcafe Capuccino, misalnya, hanya dengan Rp 6.000. Pilihan minuman yang lain di situ adalah Nestcafe Latto, Nestcafe Black, Nestcafe Tea Tarik, Milo, Pepsi, dan jus.
Sejarah
Menurut Wikipedia, Lawson didirikan oleh JJ Lawson pada 1939. Dia memulai dengan sebuah toko di Broad Street, di Cuyahoga Fallas, dekat Akron, Ohio untuk menjual susu. Kemudian Lawson yang memiliki perusahan Susu, juga bernama Lawson, yang kemudian bertumbuh pesat mendirikan sejumlah toko, khususnya di Ohio.
Dalam perjalanan waktu selanjutnya, Toko Lawson dibeli oleh Consolidated Foods pada 1959. Toko-toko Lawsons umumnya ditemukan di Ohio pada rentang 1960-1980-an. Pada 1974, Consolodated menandatangani kesepakatan dengan Daiei untuk membuka toko Lawson pertama di Jepang. Pada 15 April 1975, Daiei Lawson Co.Ltd menjadi pemilik tunggal Lawson dan berada di bawah Daiei Inc. Toko pertama di Jepang dibuka di Sakurazuka, Toyanaka, Prefektur Osaka pada Juni 1975.
Lalu pada 1979, namanya resmi diganti menjadi Lawson Japan Inc. Aslinya ini adalah perusahan patungan antara raksasa ritel Jepang Daiei dan Lawson Co yang berbasis di Amerika Serikat. Seluruh saham Lawson dimiliki Daie hingga 2001.
Di Indonesia, menurut Bisnis.com, Lawson berada di bawah "kekuasaan" PT Midi Utama Indonesia TBK. Toko pertamanya dibuka di Kemang pada 29 Juli 2011. Menurut Presiden Komisaris PT Midi Utama Indonesia Djoko Susato, Midi menargetkan 50 gerai Lawson dibuka sampai Agustus 2012 lalu.
Di Indonesia, target konsumen yang dibidiknya adalah mereka yang berusia 20-40 tahun dan lebih disasarkan untuk para pekerja. Di gerai-gerai Lawson dijual panganan gorengan dan rebusan. "Yang pasti kami benar-benar tempat jualan, bukan tempat kongkow karena targetnya lebih banyak kepada para pekerja," kata Djoko Susanto seperti dikutip Bisnis.com.
Nah, penjelasan Djoko Susanto ini menjadi jawaban mengapa Lawson sepi dan tidak seramai Sevel. Karena ternyata dia bukan tempat kongkow atau nongkrong, tetapi tempat jualan. Akhirnya, selamat jualan ya Pak, semoga laku....(Alex Madji)
Keterangan foto: Kondisi bagian dalam Lawson Percetakan Negara, Jakarta Pusat.
Kamis, 22 November 2012
Mendambakan Jakarta yang Lengang
Setiap pagi, dalam perajalan ke kantor dari rumah di Bintaro, saya mampir buang air kecil di POM Bensin Shell di Jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat. Entah mengapa, saya selalu kebelet pipis menjelang sampai di tempat ini. Lokasi ini memang nyaman. Selain toiletnnya bersih, juga tidak perlu antre seperti di tempat lain.
Hampir setiap hari pula saya berjumpa dengan seorang ibu paruh baya di tempat tersebut. Seperti saya, dia juga buang air di POM Bensin itu. Ibu ini tampil modis dengan rambut pendek. Putih. Cantik. Sungguh menarik memang.
Saking seringnya bertemu, kesimpulan pertama saya terhadap ibu ini adalah bahwa dia orang kaya. Kenapa? Pertama karena tampilan dan dandanannya yang membuat dia tampil anggun dan cantik seperti itu. Kedua, dan ini yang terpenting, karena hampir setiap kali bertemu dia mengendarai mobil yang selalu berbeda. Meskipun pengemudinya tetap orang yang sama.
Suatu hari saya pernah melihat dia numpang mobil Nisan Serena. Keesokan harinya, saya melihat dia menumpang Sedan Toyota Vios. Keesokannya lagi mengendarai Toyota Camry. Keesokannya lagi Avanza terbaru. Jadi hampir setiap hari saya menyaksikan dia mengendarai mobil yang berbeda-beda. Saya menghitung, minimal ibu ini memiliki empat mobil. Setiap hari gonta ganti mobil kayak ganti baju.
Dia pasti bukan sendiri. Di Jakarta, orang seperti dia banyak. Hal ini seiring dengan bertumbuh suburnya jumlah kelas menengah di Indonesia. Menurut data Bank Dunia, 56,7 persen dari 237 juta populasi Indonesia masuk kategori kelas menengah. Potensi pertumbuhan orang kaya di Indonesia juga diyakini akan bergerak cepat sekali. Pada 2016, jumlah mereka diperkirakan mencapai 123 persen. Indikator kaya yang digunakan adalah mempunyai harta di atas USD 1 juta, di luar rumah yang dimilikinya.
Anda coba banyangkan kalau orang-orang kaya itu memiliki empat mobil atau lebih dan setiap anggota keluarganya keluar rumah masing-masing dengan mobil. Jangan-jangan suatu saat nanti jumlah mobil yang beredar di jalan-jalan lebih banyak dari manusia. Bila itu terjadi, maka jangan heran kalau pada suatu saat jalan-jalan di Jakarta tidak bisa dilintasi lagi karena semua orang berlomba-lomba mengendarai mobil pribadi.
Maka solusinya adalah sudah sangat mendesak bagi pemerintah untuk membangun angkutan massal yang baik, aman, dan nyaman lengkap dengan manajemen yang profesional. Sebaiknya semua jenis angkutan kota berada di bawah satu manajemen baik bis, kreta, maupun subway dan monorel yang sedang direncanakan. Tarifnya pun harus murah dan cukup dibayar dengan karcis/tiket. Satu karcis/tiket bisa untuk semua jenis moda angkutan. Tiket ini pun bisa untuk sekali jalan, tiket seharian, tiga hari, satu minggu atau satu bulan. Ini dipraktekkan di hampir semua negara Eropa.
Setelah angkutan umum seperti ini ada dan diurus secara baik, kemudian diikuti dengan kebijakan pembatasan jumlah kendaraan pribadi. Satu keluarga, misalnya, hanya bolah satu mobil. Atau kalau tidak, usia kendaraan perlu dibatasi. Kendaraan-kenderaan yang usianya sudah melewati ketentuan pemerintah tidak boleh dipakai lagi.
Dengan begitu, Jakarta akan menjadi sedikit lengang dan menjadi sebuah kota yang nyaman dan enak untuk dinikmati. Bila adan angkutan umum yang aman, nyaman, menyenangkan, dan murah, orang pasti tidak berlomba-lomba lagi memiliki kendaraan pribadi. Ini akan berdampak pada penghematan penggunaan bahan bakar. Tetapi tentu saja ini bukan pekerjaan yang mudah dan tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap. Butuh waktu yang cukup, keseriusan, dan niat baik untuk menciptakan kota yang lebih, lebih nyaman, dan lebih beradap seperti kota-kota besar lainnya di dunia dengan dimulai dengan penataan transportasi umumnya. (Alex Madji)
Langganan:
Postingan (Atom)





