Tampilkan postingan dengan label Angelina Sondakh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Angelina Sondakh. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 Januari 2013
Angelina Sondakh Protes dengan Warna
Proses persidangan kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games Palembang yang melibatkan mantan Putri Indonesia Angelina Sondakh pada pengadilan tingkat pertama sudah mendekati akhir. Putusan akan dijatuhkan 10 Januari 2013. Selama persidangan, ada sebuah fakta menarik yang diperlihatkan Angelina Sondak dan patut ditelisik. Bukan fakta hukum, tetapi sesuatu yang lain di luar hukum.
Selama persidangan, janda Adjie Massaid itu selalu mengenakan atasan putih. Foto Harian Umum Kompas, Jumat, 4 Januari 2013 halaman 4, misalnya, memperlihatkan sosok Angelina Sondak mengenakan baju putih lengan panjang dengan rambut terurai. Begitupun pada sidang Kamis, 22 November 2012, Anggi, sapaan akrabnya, mengenakan baju putih lengan panjang yang kancing paling atas pun ditutup rapat, seperti terlihat pada foto Kompas.com.
Tribunews.com juga memperlihatkan foto Anggi dalam balutan kemeja putih lengan panjang dalam sidang Kamis 4 Oktober 2012. Dalam foto itu, Anggi sedang mengusap dahinya sambil memejamkan mata.
Foto Detik.com dalam sidang Rabu, 29 Februari 2012 juga memperlihatkan Angelina Sondakh lagi-lagi dalam balutan kemeja putih lengan panjang dengan motif garis-garis tipis sedang serius mendengar majelis hakim. Foto Kapanlagi.com juga memerlihatkan Angelina Sondakh mengenakan kemeja putih lengan panjang dengan sedang berbalik arah dari meja majelis hakim dalam sidang Rabu, 15 Februari 2012.
Dari fakta-fakta itu bisa disimpulkan bahwa pilihan warna baju yang dikenakan Anggi selama proses persidangan di ruang pengadilan itu dilakukan secara terencana atau by design. Sebagai artis, Anggi pasti memiliki berlemari-lemari pakaian dengan berbagai ragam warna. Tetapi, kenapa dia selalu memilih yang berwarna putih saat menjalani proses persidangan di pengadilan? Pilihan ini menjadi semakin bermakna ketika dikenakannya di ruang sidang pengadilan. Anggi pasti mau mengatakan sesuatu dengan warna putih itu.
Untuk melihat maknanya, saya ingin memaparkan apa yang ditulis David Johnson dalam situs www.infoplease.com tentang arti warna. Menurut dia, mereka yang mengenakan pakaian berwarna putih memperlihatkan bahwa mereka suci dan tak bernoda. Putih selalu merefleksikan terang dan cerah, dan karena itu selalu menjadi warna musim panas. Pada awal abad ke-20, warna putih adalah simbol puritan atau kesucian. Meskipun di Cina, putih adalah lambang dukacita.
Warna putih, kata David, sangat favorit dalam dekorasi dan dunia fashion karena sifatnya yang natural, cerah, dan cocok dipadukan dengan warna apapun. Meskipun, warna putih itu juga cepat kotor, cepat ternoda, dan karena itu sulit dijaga tetap bersih bila dibandingkan dengan warna-warna lain.
Menurutnya, para dokter dan perawat di rumah sakit selalu mengenakan pakaian putih untuk menyimbolkan bahwa mereka selalu steril dan bersih. Sebab bagi mereka, kebersihan sangat penting.
Karena itu, dengan mengenakan kemeja warna putih, Anggi ingin menyampaikan protes terhadap jaksa, majelis hakim, dan publik. Dia mau mengatakan kepada semua yang melihatnya bahwa dia tidak bersalah. Dengan selalu mengenakan baju putih di ruang sidang dia mau mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus korupsi yang didakwakan para jaksa penuntut kepadanya. Dengan kata lain, Anggi bersih dari masalah yang sedang disidangkan.
Anggi sah-sah saja mengatakan seperti itu dengan warna yang dipakainya di ruang sidang. Tetapi, keteguhannya itu akan diukur dan diuji dengan fakta-fakta hokum, termasuk fakta hukum yang diajukan pihak Anggi dan pengacaranya. Inilah yang akan dinilai oleh majelis hakim, bukan warna yang dikenakan Angelina Sondakh. (Alex Madji)
Foto diambil dari infospesial.net
Jumat, 17 Februari 2012
Penyangkalan Angelina Sondakh

Kesaksian Angelina Sondakh (AS) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi beberapa hari lalu ketika diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Muhammad Nazaruddin ditanggap sinis oleh publik. Bahkan dia dinilai berbohong karena menyangkal percakapannya via Blackberry Messanger (BBM) dengan Mindo Rosalina Manulang.
Padahal ada fakta yang sama dengan percakapan di BBM itu yang tidak disangkalnya. Tetapi ketika ditanyakan pengacara Nazaruddin Hotman Paris Hutapea soal percakapan BBMnya terkait fakta tersebut dengan Mindo Rosalina Manulang, dengan serta merta Angie membantah. Dengan logika sederhana saja, publik yang menyaksikan sidang tersebut dari siaran langsung televisi memvonis Angelina Sondakh berbohong.
Kebohongan Angie ini kemudian disindir publik di media-media sosial dengan berbagai cara. Ada pengguna Facebook menilai, Angie sedang membangun mercusuar kebohongan. Mungkin memang dia baru membangun satu pilar kebohongan. Tetapi kebohongan itu akan ditutup oleh kebohongan-kebohongan lainnya.
Status facebookers lainnya menyindir kebohongan Angie ini secara satir. Tetapi maknanya tajam, menusuk, dan menukik. Sebagai orang beragama, Angie seharusnya malu. Ini olokan untuk dia.
Simak saja status Adelvine Maria dalam dinding Faceboonya. “Hakim : "apa benar anda tidak pernah BBM-an dengan Rosa?".Anggie : "nggak!". Hakim. : "telpon? ". Anggie : " nggak". Hakim. : "SMS?". Anggie : "nggak". Hakim. : "Kenapa bisa begitu?". Anggie : "aku gak punya pulsaaaa" :'(Mat braktivitas all...).”
Atau catatan Gerard N. Bibang yang sedikit nakal menyindir kebohongan tersebut dalam percakapan berikut ini:
“Hakim : Benar itu sdri Angie punya BB= BeiBi?
Angie : Beibi?
Hakim : Iyah. Beibi. Masa’ gk tahu sih? Itu yg Anda pegang apa? Beibi kan?
Angie : Sekarang Pa Hakim. Dulu aq gk punya Beibi. Kalo ada BBS, iyah: dari dulu, ada saya!
Hakim : Tolong jelaskan BBS itu...
Angie : Bobo-Bobo Siang, Pa Hakim
Hakim : Adoh.... bilang kek dari dolo. Aku juga mau , tau?
Angie : BBS ku hanya dengan penyidik, pa Hakim...Sidikan dan bidikan penyidik nusukkkkkk bangett...
Hakim : Oooooooooo??”
Ya, mantan putri Indonesia itu memilih pasang badan untuk bosnya Anas Urbaningrum, dengan cara berbohong sekalipun. Sebab kalau dia mengakui percakapan BBM itu maka makin kuatlah keterlibatan Anas dan dirinya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus tersebut.
Tetapi, menurut saya, langkah ini tidak tepat. Lebih simpatik kalau janda Adjie Massaid itu mengatakan fakta sebenarnya secara jujur, terbuka, dan gamblang. Lebih baik jujur dan menyesali perbuatannya, kalau memang bersalah, daripada membangun mercusuar kebohongan yang cepat atau lambat akan ambruk dan jatuh berkeping-keping. Tetapi itulah pilihan AS. Memilih untuk menyangkal alias berbohong. (Alex Madji)
Foto: Dari Facebook
Rabu, 08 Februari 2012
Angelina Sondakh Dikutuk?

Angelina Sondakh ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka pekan lalu dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games bersama Muhammad Nazaruddin yang sudah menjadi terdakwa di pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi).
Penetapan itu tentu saja miris buat janda Adjie Massaid ini. Dia masih bersedih atas kepergian suami tercintanya. Sebab baru satu tahun dia tiada. Meskipun, dalam kurun waktu itu, Angie sudah bermadu kasih dengan seorang perwira polisi yang bertugas sebagai penyidik di KPK, R Brotoseno. Kesedihan Angie berlipat dengan ketetapan KPK Itu. Lebih menyedihkan lagi kalau nanti dia ditahan. Mantan putri Indonesia berparas cantik ini terpaksa tinggal di balik jeruji besi. Ya, apa mau dikata.
Kalau Angelina bersedih, belum tentu orang-orang Sulawesi Utara, daerah asalnya, ikut bersedih. Dan, cerita seorang politisi kawakan asal daerah itu menyebutkan bahwa mayoritas orang Sulawesi Utara justru senang Angelina ditetapkan sebagai tersangka. Bila perlu ditahan.
Apa pasal? Tidak lain karena keputusan Angelina menjadi mualaf ketika menikah dengan Adjie Massaid. Sebagai figur publik, Angelina tentu saja menjadi idola masyarakat Sulawesi Utara yang mayoritas Kristen. Maka ketika dia memilih mualaf, serta merta kebencian mereka menyeruak. Meskipun, seharusnya, siapapun menghargai pilihan Angie ini. Tetapi namanya juga masyarakat Indonesia. Agama selalu menjadi urusan publik. Bukan privat. Mereka (warga Sulawesi Utara) dan mungkin umat Kristen di daerah lain tidak terima keputusan Angelina Sondakh ini. Bagi mereka Angie sudah berkianat.
Karena itu, beredar sebuah pesan berantai yang dikutip dari sebuah ayat Kitab Suci Perjanjian Lama, pada malam hari setelah Angie ditetapkan tersangka oleh Ketua KPK, Abraham Samad. Intinya, apa yang dialami Angelina Sondakh saat ini adalah tulah akibat dia berpaling dari Tuhannya. Dengan kata lain dan gamblang, musibah yang dialami Angelina Sondakh ditetapkan sebagai tersangka) adalah kutukan Tuhan (orang Kristen) karena dia mualaf.
Tetapi apa benar itu kutukan? Tidak. Sebab Tuhan itu baik. Tuhan tidak pernah berbuat jahat. Bahwa Angelina Sondakh dijadikan tersangka dan pasti akan ditahan KPK, itu karena murni kebebasan seorang manusia bernama Angelina Sondakh. Ini tidak ada urusannya dengan agama. Tetapi ini akibat kebebasan manusia. Angelina tergoda (karena pilihan bebas) melakukan korupsi sehingga dia diganjar dengan hukuman. Jadi, hukuman ini bukan kutukan Tuhan karena dia mualaf. Sekali lagi tidak. Sebab ternyata korupsi tidak punya agama. Orang beragama apa pun melakukan tindakan tercela ini.
Agama apapun tidak pernah salah. Yang salah adalah Angelina Sondakh tidak menjalankan ajaran agama, apapun agama yang dianutnya, untuk tidak korupsi. Sebab semua agama mengajarkan bahwa korupsi itu dosa. (Alex Madji)
Sumber Foto: http://www.rujakmanis.com/uncategorized/angelina-sondakh-penyidik-kpk-terlibat-asmara
Langganan:
Postingan (Atom)
