Tampilkan postingan dengan label Stephan El Shaarawy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stephan El Shaarawy. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

El Shaarawy Pakai Kalung Seperti Rosario

Saya pernah menulis tentang agama striker AC Milan, Stephan El Shaarawy, di blog ini dengan judul "Apa Agama Stephan El Shaarawy?" Sejak diposting pada 24 Oktober 2012, artikel ini sudah dilihat 14.657 kali atau artikel terpopuler nomor dua setelah artikel berjudul "Ya, Eden Hazard Muslim" yang telah dilihat 18.843 kali.

Artikel ini bukan hanya dilihat belasan ribu kali. Tetapi yang komentar pun tidak sedikit. 18 orang. Kebanyakan pakai anonim. Dari komentar-komentar itu dapat disimpulkan bahwa belum ada informasi yang pasti dari mulut sang pemain tentang apa agama yang dianutnya. Ini biasa. Karena di dunia sana, agama itu urusan privat. Bukan seperti di Indonesia yang menjadi domain publik.

Nah, pada artikel ini, saya mencoba memberikan satu signal kuat tentang agama El Shaarawy. Begini, pada Jumat, 14 Juni 2013, saya menemukan foto-foto para pemain Tim Nasional Italia yang sedang berada di Kota Rio de Jeneiro, Brasil, dalam rangka mengikuti Piala Konfederasi yang berlangsung pada 15-30 Juni 2013 di kantor berita Associated Press (AP).

Di sela-sela kesibukan mereka yang padat, skuat “Gli Azzuri” ini berwisata ke Patung Kristus Penebus atau bahasa setempat, "Cristo Redentor" yang berdiri kokoh di puncak Gunung Carcavado di belakang Kota Rio de Jeneiro. Stephan El Shaarawy narsis di atas gunung itu bersama rekan-rekannya, terutama teman satu timnya di AC Milan, Mario Balotelli.

Sekedar catatan, saya juga pernah sampai di atas puncak gunung ini dan berfoto ria di bawah patung yang tinggi menjulang, menirukan gaya Yesus pada patung tersebut. Dari puncak gunung itu, seluruh pemandangan Kota Rio de Jeneiro terpampang indah. Seluruh lekukkannya terlihat. Mulai dari laut lepas, pantai Copacabana yang garis pantainya begitu luas, dan stadion kebanggaan masyarakat kota itu dan Brasil umumnya, Stadion Maracana.

Naik ke puncak gunung ini bisa menggunakan tram. Bisa juga pakai mobil, tetapi harus meliuk-liuk di sekujur tubuh gunung ini. Menjelang puncak, kita turun dari tram. Lalu dua kali naik eskalator, sebelum naik lift ke kaki patung itu. Di bawah kaki patung, ada sebuah kapel kecil, tempat doa para pengunjung dan peziarah. Saya masih ingat, ada seorang pemimpin redaksi sebuah televisi, menangis sesegukan sambil berlutut di dalam kapel ini.

Kembali ke cerita tentang El Shaarawy. Pada foto-foto itu, skuat Timnas Italia mengenakan setelan jaket warna biru sangat pekat plus biru langit di bagian bawah ketiak kiri dan kanan, secuil warna putih pada lengan kiri, serta garis-garis putih pada bagian dada kiri. Dipadu dengan celana training serupa. Aksesoris tambahan yang dipakai pemain keturunan Mesir ini adalah kaca mata hitam dengan beberapa gelang di tangan kiri dan kanan serta cincin di jari tengah kanannya. Dia lalu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar menirukan gaya Yesus yang merentangkan tangan-Nya melindungi Kota Rio de Jeneiro.

Satu lagi aksesoris yang dipakai El Shaarawy dan menjadi sangat penting untuk konteks artikel ini seperti tampak pada foto tersebut adalah kalung yang menggantung di leher dan disampir di luar jaketnya. Kalung itu menyerupai rosario. Hanya saja, pada salah satu foto, salibnya agak tidak jelas terlihat karena agak masuk ke dalam.

Tetapi pada foto lain, dia narsis bersama Mario Balotelli. Pada foto ini, El Shaarawy melepas kaca mata hitamnya. Kalung seperti rosario tadi malah lebih tertutup karena dimasukkan di dalam jaket. Sedangkan Balotelli yang mengenakan topi bak topi yang dipakai Fidel Castro di Kuba plus kaca mata hitam mengikat jaketnya di pinggang. Dia menggantung kalung rosario di luar kausnya. Sangat jelas dan tak terbantahkan. Masih ada kalung emas di dalam kaus mantan pemain Manchester City itu.

Bila melihat hubungan dekat keduanya, sejak dari AC Milan hingga di level Timnas Italia, maka kemungkinan besar dua sahabat karib ini, seragam. Artinya, apa yang tersampir di leher El Shaarawy itu juga rosario seperti yang dipakai Mario Balotelli, karib paling dekatnya. (Alex Madji)

Foto diambil dari globoesporte.globo.com









Rabu, 24 Oktober 2012

Apa Agama Stephan El Shaarawy?


Stephan El Shaarawy adalah bintang muda dan menjadi andalan AC Milan musim ini, setelah kepergian Zlatan Ibrahimoic ke Paris Saint-Germain pada musim panas lalu. El Shaarawy menjadi pencetak gol utama klub itu, meskipun masih terseok-seok di awal musim ini.

Nah, melihat nama berbau Timur Tengah, El Shaarawy, pikiran orang mungkin langsung menilai bahwa dia adalah seorang muslim karena ada darah Timur Tengah yang mengalir pada dirinya. Ya, El Shaarawy adalah warga negara Italia keturunan Mesir. Dia lahir pada 27 Oktober 1992 di Savona, Italia dari seorang ayah keturunan Mesir dan ibu orang Italia.

Penilaian itu seolah-olah mendapat pembenaran bila menyimak jawaban media online, seperti Answers.com. Menurut media ini, Stephan El Shaarawy adalah seorang muslim, tetapi tidak memberi penjelasan atas jawaban tersebut. Sementara di www.nada5.net pernah mengajukan poling sederhana dengan pertanyaan ini, "Apakah agama Stephan El Shaarawy?" Apakah dia Muslim, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, atau Ateis? Jawaban terbaik pilihan pemilih dalam poling sederhana itu adalah:

"Saya tidak tahu. Saya kira dia muslim, tetapi saya tidak yakin dengan itu. Saya kira dia adalah seorang pemain yang bagus, pemuda yang luar biasa. Dia sedang bertumbuh dan dia bisa menjadi seornag pemain hebat. Dia baru 20 tahun. Kariernya masih panjang. Dia masih pada awal kariernya. Saya seorang pendukung Milan dan berharap El Shaarawy (yang juga digelari Pharaon atau il faraone dalam Bahasa Italia) akan membuat tim kami kembali ke posisi yang bagus karena tim kami saat ini sedang dilanda masalah dan mengalami situasi yang sangat sulit setelah Thiago Silva, Ibra dan semua generasi terdahulu meninggalkan "San Siro"."

Jawaban ini seakan-akan mengingatkan pembaca untuk tidak terlalu terburu-buru mengamini jawaban seperti yang disampaikan Answers.com di atas tadi. Sebab ada fakta lain yang disajikan wikipedia. Ensiklopedia online itu mengukapkan bahwa berdasarkan data 2007, imigran Mesir di Italia berjumlah 3.374 orang. Kebanyakan mereka berasal dari Alexandria, Kairo, Suez, dan Port Said.

Keturunan Mesir di Italia menggunakan Bahasa Italia sebagai bahasa utama, sedangkan Bahasa Inggris, Arab, dan Prancis sebagai bahasa kedua. Tetapi generasi barunya menggunakan Bahasa Arab sebagai bahasa utama, sedangkan Bahasa Italia sebagai bahasa kedua.

Sementara dari sudut agama, dan ini penting, menurut Wikipedia, hampir seluruh warga Italia keturunan Mesir beragama Katolik. El Shaarawy sendiri memang tidak mengungkapkan secara terus terang apa agamanya. Tetapi tidak sedikit juga yang mengira-ngira bahwa dia adalah seorang katolik karena ibunya adalah seorang perempuan Italia yang menganut Katolik. Jadi, apa agama Stephan El Shaarawy? Untuk sementara belum ada jawaban yang pasti. Saya hanya mengungkapkan sejumlah fakta, silahkan mengambil kesimpulan sendiri-sendiri. (Alex Madji)