Tampilkan postingan dengan label Prabowo Subianto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prabowo Subianto. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2012

11 Bakal Capres dan Cawapres 2014


Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden (Pilpres) Indonesia tinggal dua tahun lagi. Sejak sekarang, sejumlah nama disebut-sebut sebagai bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada pemilu tersebut.

Sebelum artikel ini, saya sudah menulis beberapa artikel tentang tokoh-tokoh yang potensial muncul sebagai capres di blog ini. Yang paling mutahir adalah penyanyi dangdut Rhoma Irama yang ingin menjadi capres pada Pilpres mendatang. Sebelumnya lagi, saya menulis tentang Aburizal Bakrie yang disingkat dengan ARB, sebagai bakal capres yang sudah "mencuri" start kampanye Pilres dengan berbagai media.

Kali ini saya hanya mencoba membuat daftar para bakal capres dan cawapres pada pilpres mendatang sebagai rangkuman dari nama-nama yang sudah beredar luas di berbagai media massa.

1. Aburizal Bakrie atau ARB. Ketua Umum Golkar ini sudah pasti menjadi capres dari partai berlambang pohon beringin ini. Berdasarkan survei terbaru Lembaga Survei Nasional yang bekerja sama dengan Golkar, Golkar akan memenangkan Pemilu Legislatif 2014 mendatang dengan perolehan 18,1 persen suara. Karena itu, ARB membuka peluang menggaet calon dari Partai Demokrat sabagai Cawapres.

2. Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. Dia adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat saat ini. Menurut Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, ARB bukan tidak mungkin akan dipasang dengan adik kandung Ibu Ani Yudhoyno ini sebagai cawapres.

3. Megawati Soekarnoputri. Meskipun PDI Perjuangan belum menetapkannya sebagai capres, tetapi sejauh ini belum ada nama lain dari partai moncong putih itu yang disebut-sebut sebagai capres. Apalagi popularitasnya, berdasarkan survei berbagai lembaga, masih yang tertinggi di antara para bakal capres lainnya.

4. Prabowo Subianto. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini juga sudah pasti menjadi capres partainya. Popularitasnya juga cukup tinggi bahkan melampaui ARB. Dia hanya kalah sedikit dari Megawati Soekarnoputri dari sudut popularitas dan elektabilitas.

5. Jusuf Kalla. Meski peluang masuk melalui pintu Golkar sudah tertutup, Jusuf Kalla juga disebut-sebut akan maju lagi pada Pilpres 2014. Pada 2009, dia kalah dari SBY-Boediono. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Kalla akan dicalonkan oleh Partai Nasdem, bila partai itu berhasil memenuhi syarat mengajukan pasangan capres sendiri.

6. Kristiani Yudhoyono. Nama ini sempat disebut-sebut sebagai bakal capres dari Partai Demokrat. Meskipun beberapa kali dalam sambutan resmi menegaskan bahwa dia tidak akan mendorong anggota keluarganya pada Pilpres mendatang.

7. Hatta Radjasa. Ketua Umum PAN dan Menteri Koordinator Perekonomian ini juga akan diusung partainya sebagai capres. Hatta adalah juga besan SBY. Dan, penetuan capres Partai Demokrat pada 2014 akan sangat tergantung SBY. Bukan tidak mungkin faktor kekeluargaan ini akan sangat berpengaruh dalam kiprah politik Hatta Radjasa selanjutya.

8. Djoko Suyanto. Menteri Koordinator Politik dan Keamanan ini adalah mantan Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Dia digadang-gadang sebagai capres dari Partai Demokrat. Hubungannya dengan SBY juga dekat.

9. Anas Urbaningrum juga sempat disebut-sebut sebagai salah satu capres dari Partai Demokrat. Tetapi nama ini tenggelam setelah mencuatnya berbagai kasus korupsi yang sedang ditangani okeh KPK seperti kasus korupsi pembangunan wisma Atlet SEA Games Palembang dan proyek fasilitas olahraga Hambalang.

10. Rhoma Irama. Nama ini tiba-tiba muncul beberapa minggu terakhir. Yang memunculkannya adalah dia sendiri. Karena itu, sebagian publik menilai ini hanya lelucon belaka. Karena itu, di berbagai media sosial beredar foto Rhoma Irama dan Dorce Gamalama sebagai pasangan Capres dan cawapres.

11. Jokowi. Nomo Jokowi sempat disebut-sebut sebagai salah satu bakal cawapres 2014 menjelang pemilukada DKI Jakarta lalu. Meskipun Jokowi sendiri membantah isu tersebut. (Alex Madji)

Selasa, 06 November 2012

Menunggu Hasil Langkah Cepat ARB


Pemilu Presiden (Pilpres) Republik Indonesia masih dua tahun lagi. Tetapi aromanya sudah mulai tercium. Yang paling mencolok adalah Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang menggunakan inisial ARB. Dibandingkan dengan para bakal calon lain, ARB paling cepat memperlihatkan diri sebagai bakal calon presiden (capres). Posisi sebagai Ketua Umum Partai Golkar memang mengganransi hal tersebut. Sementara para bakal calon lain masih adem ayem. Meski di belakang layar tetap bekerja dan kasak kusuk.

Bahkan dengan kekuatan Golkar, hampir pasti dia akan maju sebagai capres. Bukan hanya "bakal" capres. Upaya sejumlah kader lain di internal Golkar langsung dipatahkan. Ical tinggal menacari bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan diduetkan pada Pilpres 2014 nanti.

ARB pun tidak perlu tunggu hingga menjelang Pilpres untuk mesosialisasikan dirinya. Sejak sekarang, sosialisasi terhadapnya marak dilakukan. Pelbagai media dimanfaatkan, termasuk media massa yang berada di bawah Grup Bakrie.

Suatu siang, saya melintasi Jalan Gatot Subroto dengan motor. Di samping saya melintas sebuah Toyota Fortuner dalam balutan warna abu-abu campur kuning tipis dengan tulisan "ARB for President". Hari lain, saya melintasi Jalan Rasuna Said di Kuningan. Sebuah bis besar berwarna abu-abu dengan tulisan "Aburizal Bakrie" di sisi kiri dan kanan, sementara bagian belakang terpampang foto Aburizal Bakrie dalam ukuran besar dengan tulisan "ARB Aburizal Bakrie, Tokoh Nasional" di bawah foto tersebut, melintas.

Sosialisasi ini sepertinya untuk semakin memperkenalkan sosok ARB itu kapada masyarakat. Maklum dari hampir semua poling, nama ARB tidak pernah menduduki nomor urut teratas. Dia selalu kalah dari nama-nama lama yang sudah pernah menjadi Capres seperti Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Menurut survei, Megawati Soekarnoputri masih unggul dengan 20 persen, disusul oleh Prabowo Subianto dengan 19 persen dan Ical, sapaan akrabnya, dengan 18 persen. Survei internal Golkar juga memperlihatkan data serupa. Dalam survei internal, Megawati tetap sebagai capres terpopuler disusul Prabowo Subianto, baru diikuti ARB.

Bahkan, ketika para kader Golkar yang dilibatkan dalam survei internal tersebut ditanya siapa capres 2014, semua menyebut Megawati Soekarnoputri. Putri Porklamator RI itu jauh berada di atas Ketua Umum Partai Golkar sendiri, Aburizal Bakrie.

ARB sadar betul akan data-data tersebut. Merasa kurang populer, ARB menggenjot untuk menaikkan popularitasnya dengan berbagai cara, termasuk dengan iklan berjalan seperti yang tertera pada bis dan mobil seperti yang terekam dalam foto di atas yang saya ambil di Kuningan. Seberapa efektif langkah cepat ARB ini? Kita tunggu saja hasilnya. (Alex Madji)

Foto oleh Alex Madji