Tampilkan postingan dengan label Ayu Azhari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayu Azhari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

Perempuan-perempuan Cantik Ahmad Fathanah

Ahmad Fathanah beberapa hari ini bak Don Juan. Seorang pria yang hidupnya dikelilingi para perempuan cantik jelita. Kenyataan ini sangat ironis bila melihat latar belakangnya. Dia adalah anak seorang kiyai kenamaan dan karismatik di Sulewesi Selatan, Kiyai Fadeli Luran.

Pendidikannya sejak kecil juga selalu di pesantren sejak di Sulawesi Selatan. Tetapi memang dia dikenal nakal. Bahkan ayahnya tidak segan-segan mengeluarkannya dari Pesantren Ikatan Mesjid Mushalla Indonesia Muttahidah Makassar milik keluarganya. Kemudian dipindahkan ke pesantren modern Gontor. Meski ditolak, dia tetap diperbolehkan tinggal di pesantren tersebut hanya karena menghormati orang tuanya.

Di sana Fathanah berkenalan dengan Luthfi Hasan Ishaaq dan menjadi teman baik. Keduanya kemudian sama-sama menempuh pendidikan di Timur Tengah hingga akhirnya sama-sama terjerambab dalam skandal korupsi impor daging sapi dan sama-sama tinggal di hotel prodeo.

Beberapa hari ini, KPK mengungkapkan sisi lain kehidupan Fathanah, yaitu sisi "murah hati"-nya. Saking baiknya, dia memberi hadiah mobil, uang dan barang mewah kepada sejumlah perempuan cantik. Sayangnya, hadiah itu diduga hasil pencucian uang korupsi impor daging sapi yang terkait juga dengan teman karibnya, Luthi Hasan Ishaaq. Dan, inilah perempuan-perempuan cantik yang dihadiahi Fathanah:

Pertama, Maharani Suciyono. Dia seorang mahasiswa jurusan Komunikasi Universitas Moestopo yang ditangkap tangan KPK saat sedang bersama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridian dan diberi hadiah uang senilai Rp 20 juta. Gosip yang berada di luar berita main stream dan beredar di dunia maya menyebutkan bahwa perempuan ini sedang tidur dengan Luthfi Hasan Ishaaq saat ditangkap KPK. Tetapi pihak Luthfi pasti membantah gosip-gosip seperti ini dan KPK tidak mengkonfirmasi informasi-informasi tersebut.

Kedua, setelah Maharani hilang, tiba-tiba muncul nama artis seksi Ayu Azhari. Perempuan ini mendapat hadiah Rp 20 juta dan 1.800 dolar Amerika Serikat. Perempuan yang gonta ganti suami ini sudah diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus impor daging sapi.

Tentang Ayu Azhari banyak sekali gosip yang beredar tentang kiprahnya, termasuk cerita teman saya tentang perempuan seksi ini. Tetapi tidak enak saya ceritakan di sini. Karena itu, ketika dikabarkan mendapat hadiah dari Fathanah saya langsung berpikir, tidak mungkin Fathanah memberi tanpa pamrih. Selalu ada pamrih di balik pemberian tersebut.

Ketiga, Vitalia Sesha. Kepada perempuan yang berprofesi sebagai model ini, Fathanah memberikan sebuah mobil Honda Jazz dan arlaji mewah merek Chopard. Perempuan ini adalah foto model untuk majalah pria dewasa. Coba pikirkan, ngapain Fathana memberi hadiah kepada perempuan dengan profesi seperti ini?

Keempat, Tri Kurnia Puspita. Kepada perempuan ini Fathanah memberikan mobil Honda Freed, jam tangan Rolex, dan Gelang Hermes. Puspita mengaku sebagai teman Fathanah. Nah seberapa dekat mereka sehingga sampai diberikan hadiah seperti itu?

Gosipnya masih ada beberapa wanita lain yang mendapat hadiah dari Fathanah. Keempat perempuan itu memang disebut sebagai teman dekat Fathanah. Tetapi apakah mereka juga dekat dengan Luthfi Hasan Ishaaq? Penyidikan KPK belum sampai ke sana. Tetapi agak mustahil kalau perempuan-perempuan cantik jelita nan seksi itu tidak berhubungan dengan LHI. Dan tega nian pula kalau Fathanah tidak memperkenalkan perempuan-perempuan itu kepada karibnya, LHI. Kita tunggu saja penyidikan lebih lanjut dari KPK keterkaitan mereka dengan LHI. (Alex Madji)

Kamis, 02 Mei 2013

Ada Foto Ayu Azhari Tanpa Bra di Koran

Kamis, 2 Mei 2013. Hari masih pagi. Segelas kopi hangat tersaji di meja rapat. Sambil menyeruput, saya membolak balik beberapa koran yang dijejerkan di meja rapat tersebut, kantor tempat saya bekerja. Saya coba membuka harian The Jakarta Post. Melihat judul berita sambil lalu, mulai dari halaman depan.

Tiba-tiba saya terhenti agak lama pada sebuah foto di halaman dalam. Sebuah gambar Ayu Azhari yang baru keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perempuan cantik ini diperiksa sabagai saksi dalam kasus dugaan suap impor daging sapi yang melibatkan politisi PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya, Fathana pada Rabu, 1 Mei 2013.

Tapi bukan sengkarut bisnis daging sapi itu yang mau saya ceritakan. Tetapi foto Ayu Azhari tadi. Pada foto itu objeknya sangat jelas. Bagian dada Ayu Azhari. Saya menduga, perempuan cantik ini tidak mengenakan bra. Karena, buah dada kirinya menyembul dengan puting yang menonjol di balik baju tipis. Nah, bagiannya itu tidak tertutup kerudung yang menyampir ke depan.

Karena tidak yakin dengan dugaan tersebut, saya mencoba menyodorkan ke teman-teman lain pada rapat tersebut. Lalu, gara-gara foto itu, rapat proyeksi berita terhenti sejenak dan memandang foto tersebut. Sebagian besar peserta rapat memastikan, benar, Ayu Azhari tidak mengenakan bra pada foto tersebut.

Bahkan ada teman yang mencoba membandingkan foto The Jakarta Post itu dengan foto media-media lain. Sejumlah media seperti Koran Tempo juga memuat foto yang sama dengan ukuruan yang sedikit lebih kecil. Tetapi intinya, semua peserta rapat mengambil kesimpulan bahwa saat diperiksa KPK, Ayu Azhari tidak mengenakan bra.

Saat saya menulis artikel ini, saya mencoba bertanya kepada teman yang biasa meliput para artis, tetapi tidak mengikuti rapat tersebut. Dia pun mengkonfirmasi bahwa memang Ayu Azhari jarang pakai bra. Bahkan diceritakan, pada sebuah kesempatan, saat masih diwawancara wartawan, tiba-tiba anaknya merengek. Tanpa pikir panjang, si cantik Ayu Azhari menggendong anaknya dan langsung mengeluarkan susunya untuk memberi ASI (air susu ibu) kepada si buah hati.

Jadi, masalah Ayu Azhari tidak pakai bra pada foto itu bukanlah sebuah strtegi mengalihkan perhatian para penyidik KPK dari materi penyidikan ke fakta tidak pakai bra, tetapi karena faktor kebiasaan sang artis. Walaupun, menurut saya, kebiasaan seperti ini tidak layak ditampilkan di ruang publik. Akhirnya, daripada bicara banyak, selamat melihat gambar tersebut. (Alex Madji)