Rabu, 11 Januari 2012

iPhonesia Calon Pesaing Kaskus


IPhonesia adalah komunitas penggemar fotografi yang menggunakan iDevice, produk-produk Apple seperti iPod, iPhone, dan iPad serta produk-produk yang menggunakan iOS sebagai platform. Karena itu, mereka menyebut diri sebagai (i)device (Pho)tographer indo(Nesia) atau disingkat iPhonesia.

Kamis, 12 Januari 2012, komunitas ini genap berusia satu tahun. Hanya dalam tempo 365 hari, mereka bertumbuh menjadi sebuah kelompok yang dahsyat dengan jumlah anggota 4.000-an orang. Mereka cukup diperhitungkan. Paling tidak terbaca dari jumlah perusahaan yang mendukung acara mereka seperti Simpati, First Media, Gopego.com, Pentax, dan @apelkroak.

Dalam blog iPhonesia.posterous.com disebutkan, dalam rangka ulang tahun pertama ini, mereka menggelar sejumlah acara seperti online event, sayembara logo, dan Birthday Party.

Disebutkan, “Jadi, tanggal 12 Januari 2012 (angkanya cantik ya, walau gak secantik dirimu hehe), untuk pemanasan sebelum the main partynya, kita akan mengadakan online event dengan acara CHALLENGE RALLY! Wow keren!!! Cool!!! Gokil!!! Eh tapi apaan sih itu? Kita suruh moto sambil ikutan rally kayak dakar gitu? Bukaan!!! Jadi gini, Seharian dari pagi sampai malam, akan ada sejumlah photo challenge dengan tema sebagai berikut:
1. Landscape (poto pemandangan alam dr atas bukit, sejauh pandang kulepaskan *banci mic- ya pokoke poto pemandangan yah, gunung, laut, kebon teh, kebon sawi, kebon toge dll) hashtag wajib #1phonesialandscape
2. Street (poto jalanan) (bukan deng, poto ttg apapun yg ada di jalanan, mau orang2nya, objek2 menarik kayak sepeda ontel, dll, mau cari referensi buka aja tag #isteri) #1Phonesiastreet
3. Hdr (poto human development rogram. Maksa deh luuu ahahaha. High dynamic range, yg jago jelasin anak2 HDRi monggo kalo kurang jelas tanya sama mereka) #1PhonesiaHDR
4. Self portrait (yg ini gak usah dijelasin ya, pasti pada jago semua!! Hihihihi. Tenang, mods @sialan_ dah kita blacklist dr chall ini supaya persaingan berjalan imbang. O ya, kudu moto narsis ya, gak boleh dipotoin orang laen) #1PhonesiaNarsis
Cat: tagnya pake #1Phonesia bukan #iPhonesia angka 1 bukan I.”

Acara itu juga dirangsang dengan hadiah-hadiah menarik. Pemenang untuk masing-masing tema: 1. HDR: 1 set lensa (macro, wide, fish eye, tele) + tas HBO, 2. Street: modem +tas HBO, 3. Landscape: modem+tas HBO, 4. Selfportrait: Modem wifi+tas HBO dan untuk Grand Prize adalah sebuah Pentax Pocket Camera.

Dengan mengutip blog di atas saya hanya mau menunjukkan bahwa komunitas ini besar dan pasti menghasilkan uang karena didukung banyak sponsor. Uang, sudah pasti bukan tujuan awal pendiri komunitas ini, Aries Lukman. Dia hanya sekedar mengumpulkan orang-orang yang memiliki hobi yang sama: fotografi dengan menggunakan produk yang sama pula: produk-produk Apple. Mereka lalu membentuk grup mailing list yang kini beranggotakan 1.400-an orang.

Ternyata proses kreatifnya disambut baik. Bahwa sekarang komunitas ini membesar patut dihargai, diberi aplaus, dan layak ditiru. Bahkan, pada ulang tahun pertama mereka mengusung tekad “One Step To A Giant Leap” alias Satu Langkah Menuju Sebuah Lompatan Raksasa. Wah, mau menjadi seperti Kaskus dan menyaingi mereka ya Om? Sukses ya. Dan terakhir, selamat ulang tahun iPhonesia. (Alex Madji)

Senin, 09 Januari 2012

Merasakan Changi di Soetta



Minggu, 8 Januari 2011, saya mengantar adik ipar ke Terminal tiga Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (Soetta). Dia bersama suami dan anaknya pulang ke Yogyakarta setelah hampir satu bulan berada di Jakarta.

Memasuki terminal tiga, ada pemandangan yang berbeda dibandingkan terminal satu dan dua. Terminal tiga berbeda dengan terminal satu dan dua yang kumuh dan terasa sumpek. Berada di terminal tiga, serasa sedang berada di Bandara Changi Singapura. Meskipun masih kalah jauh dari bandara tersebut. Tetapi paling tidak ada sedikit kemiripan dan ada nuansa Changi.

Memasuki halaman parkir, suasanya teduh. Pohon-pohon trembesi memayungi mobil-mobil yang diparkir di bawahnya. Tempat parkir pun bersih, jauh dari para pedagang kaki lima seperti yang ada di parkiran terminal satu dan dua. Mobil dan para sopir terlindungi dari teriknya panas matahari. Suasana teduh seperti ini juga tidak ditemukan di bandara satu dan dua yang kering gersang.

Parkirannya juga tertata rapih. Tidak ada taksi, apalagi ojek motor yang berkeliaran bebas seperti di terminal satu dan dua yang walaupun sudah ditertibkan, tetap saja ambur adul.

Memasuki ruang pengunjung dan pengantar, para tamu disambut dengan ruang yang lega. Cukup Bersih. Pada masa natal seperti ini, pohon natal dan patung Sinter Klas masih nangkring di sana. Lebih dari itu kita merasa seperti sedang berada di mal. Padahal berada di terminal satu dan dua, rasanya seperti berada di pasar inpres. Pengap karena penuh asap rokok dan kotor.

Naik ke lantai dua terminal tiga, kita disambut toko yang diominasi Batik Keris dan tempat-tampat makan minum di sisi kiri dan kanan lorong yang lebar dan lega. Sementara di ujung sana, ada pintu masuk untuk boarding internasional dan domestik. Sambil menunggu jadwal boarding, para pengantar bisa duduk-duduk di sofa yang tersedia. Atau duduk sambil ngopi-ngopi atau sekedar menikmati bakso Ino atau berbagai jenis jajanan lainnya di sana.

Sementara di lantai bawah tadi, ada Bakmi Gajah Mada yang satu porsi mie goreng seharga hampir Rp 50.000. Masih ada Jacko Donuts. Jadi, setelah keluar dari ruangan check in, sebelum boarding, Anda masih bisa bercengkrama yang mengantar dengan keluarga di tempat-tempat makan seperti itu sambil menunggu waktu boarding.

Tidak seperti di terminal satu dan dua yang kalau sudah boarding, Anda dan keluarga yang mengantar terpisah. Atau, kalau mau masih bercengkerama dengan keluarga harus keluar lagi dan nanti masuk lagi melewati prosedur pemeriksaan. Ribet dan pasti akan tergopoh-gopoh karena jarak dari tempat check in ke ruang tunggu sangat jauh.

Alangkah bagusnya kalau seluruh terminal internasional Soetta seperti Terminal III ini yang sekarang baru dihuni AirAsia. Selain disain yang minimalis dan hemat energi karena cahaya dari luar begitu terang, juga kebersihan yang terjaga, tertib dan (seharusnya) bebas rokok. Kendaraan juga diparkir dengan rapi di tempat yang layak, teduh, dan aman, seperti di Changi, Singapura. Dengan begitu, Bandara Soetta layak disebut bandara internasional. Bukan seperti pasar inpres sebagaimana keadaannya sekarang ini. (Alex Madji)

Jumat, 06 Januari 2012

Derbi Manchester, Misi Balas Dendam MU


Putaran ketiga Piala FA akhir pekan ini mempertemukan Manchester United (MU) dan Manchester City di Stadion Etihad, kandang City, pada Minggu (8/1). Laga Derby Manchester ini semakin seru dan bergengsi, setelah klub dari Eastland itu dihuni pemain-pemain top dunia.

Ditambah lagi kecerdikan pelatih Roberto Mancini untuk meramu para pemain hingga menjadi sebuah tim yang solid dan kuat. Kini mereka bertengger di puncak klasmen sementara Liga Utama Inggris. Meskipun, di Liga Champions mereka kalah bersaing dan kalah pengalaman.

Kehebatan City di Liga Utama Inggris sudah dirasakan sejumlah tim, termasuk tim-tim besar seperti MU dan Liverpool. City menang atas dua tim ini dengan skor telak. Dalam laga di Stadion Etihad pekan ini, Liverpool disikat tiga gol tanpa balas. Lebih tragis lagi dialami MU di Old Trafford pada Oktober 2011. Di hadapan pendukungnya sendiri, MU dilumat 6-1. Ini kekalahan paling memalukan MU di kandang.

Karena itu MU mengusung misi balas dendam dalam lawatannya ke Eastland besok malam. MU tentu ingin mempermalukan City di depan pendukungnya sendiri, seperti mereka mempermalukan MU di hadapan penggemar fanatiknya. Bila perlu, dengan gol yang lebih banyak dari yang dicetak City di Old Trafford.

Tetapi, ini bagai mission imposibble. Sebab, mental anak-anak asuh Sir Alex Ferguson sedang hancur menyusul dua kekalahan beruntun di Liga Utama Inggris masing-masing dari Blackburn Rovers di kandang sendiri Sabtu (31/12) lalu dengan skor 2-3 dan Newcastle United saat bertandang ke Stadion Sport Direct Arena, New Castle, pada Rabu (4/1) atau Kamis (5/1) dini hari WIB dengan skor 0-3.

Meskipun pelatih MU Sir Alex Ferguson meminta para pemainnya tidak perlu panik. Sebab, ini masih awal tahun dan ini bukan malapetaka yang hebat. Peluang mereka mempertahankan gelar juara musim ini belum tertutup. Intinya, pria yang genap 70 tahun itu tetap optimis anak-anak asuhnya akan bangkit.

Secara klasmen, MU juga masih kalah dari City. MU masih setia di peringkat kedua klasmen sementara dengan nilai 45. Sedangkan City bertengger di puncak dengan 48 poin atau selisih tiga angka. Belum lagi, sejumlah pemain inti MU tidak bisa diturunkan karena terbelit cedera panjang, seperti Cleverley, Fabio, Evans, Ashley Young, David Fletcher, Vidic, dan Rio Ferdinand.

Bisa Terwujud
Tetapi misi balas dendam MU bukan tidak mungkin terwujud. Sebab, Manchester City yang juara Piala FA musim lalu juga bakal tidak diperkuat oleh sejumlah pemain kuncinya. Mancini tidak bisa menurunkan Gareth Bale yang dilarang bermain. Begitupun Mario Balotelli, Owen Hargreavas, dan Sami Nasri yang masih berkutat dengan cedera.

Sementara Yaya Toure yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Afrika 2011 juga tidak bisa turun memperkuat City karena harus bergabung dengan tim nasional Pantai Gading yang sedang mempersiapkan diri mengikuti turnamen Piala Afrika. Untuk barisan depan, Mancini hanya mengandalkan striker internasional Argentina Sergio Aguero. Meskipun masih ada Endin Dzeko di bangku cadangan. Sementara di gelandang, bekas pelatih Inter Milan itu mengandalkan duet James Milner dan Nigel de Jong. “Kami kehilangan banyak pemain, dan ini menjadi persoalan bagi kami,” kata Mancini seperti dilansir soccernett.espan.go.com.

Apalagi, dari pertemuan head to head keduanya, MU masih unggul. Dalam tiga pertemuan terakhir, MU menang dua kali dan hanya sekali kalah. MU kalah 1-6 dari City di Liga Utama Inggris pada 23 Oktober 2011. Tetapi pada ajang Community Shield, 7 Agustus 2011, MU menang tipis 3-2 atas City. Begitupun pada Liga Utama Inggris 16 April 2011, MU menang 1-0.

City hanya bermodalkan pada kemenangan telak 6-1 di Old Trafford dan bermain di hadapan pendukung sendiri. Meski begitu, Mancini bertekad memenangkan derbi itu. “Ini memang kejuaran pertama kami selama bertahun-tahun. Oleh karena itu kami perlu melakukan apa pun yang bisa kami lakukan untuk memenangkan pertandingan ini,” kata Mancini mencoba beroptimis.

James Milner yakin sekali bahwa MU mengusung misi balas dendam. “Itu (kekalahan di Old Trafford Oktober lalu) sudah sangat melukai mereka. Siapa pun, mulai dari pemain sampai manajemen pasti sangat bersemangat untuk membalas kekalahan itu,” kata Milner.

Karena itu dia meminta rekan-rekannya untuk waspada. “Kami harus menyadari itu. Semangat mereka pasti tiga kali lipat,” ucapnya.

Kemenangan City atas MU pada laga itu akan melanjutkan kiprah mereka di ajang Piala FA. Sebaliknya, kekalahan bagi MU membuat mereka hanya akan konsentrasi pada Liga Utama dan Piala Eropa.

Ferguson menyadari bahwa Manchester City yang sebelumnya dia beri gelar “noisy neighbours” (tetangga yang ribut) menjadi pesaing MU dan bakal memotong dominasi MU di berbagai kompetisi. “Kami lawan mereka pada semifinal tahun lalu dan tahun sebelumnya. Tahun ini, kami sama-sama di Liga Eropa dan sekarang kami harus berhadapan di Piala FA,” ujar Ferguson.

“Kami harus aku kenyataan bahwa City akan menantang dalam kompetisi-kompetisi dengan kami. Selalu ada peluang di mana kami bisa bertemu pada titik tertentu, mungkin tidak setiap tahun tetapi secara reguler. Ini hasil undian yang berat untuk kami dan untuk mereka,” imbuh pria asal Skotlandia itu. (Dari berbagai sumber/Alex Madji)

Sumber foto: http://www.liputanonline.com/2011/10/22/mancini-saya-belajar-dari-alex-ferguson928417/

Kamis, 05 Januari 2012

Rebutan Lapak PSSI


Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali kisruh. Kelompok yang dulu digulingkan dari kepengurusan, kini berupaya menggulingkan mereka yang duduk di tampuk kekuasaan PSSI saat ini. Ada balas dendam di sana.

Apa soal? Kisruh ini sebenarnya rebutan lapak belaka. Harus diakui selama berpuluh-puluh tahun, banyak orang yang hidup, bahkan kaya, karena terlibat dalam kepengurusan sepakbola. Kepentingan ekonomi dan politik dibalut dengan alasan murni; mengurus dan memajukan sepakbola di negeri ini.

Ketika lapak-lapak yang dikuasai selama ini diambil, marahlah mereka. Sebaliknya mereka yang baru membangun lapak berupaya untuk bertahan. Apalagi belum ada untung yang diraih.

Lapak yang menjadi pemicu kekisruhan terbaru ini adalah rebutan hak siar. Selama PSSI dipimpin Nurdin Halid, hak siar pertandingan Liga Super Indonesia ada pada ANTV dengan durasi kontrak selama 10 tahun. Setiap tahun dana dari hak siar untuk PSSI hanya Rp 10 miliar per tahun atau Rp 100 miliar untuk masa kontrak 10 tahun.

Nilai kontrak ini kalah jauh dari Malaysia. Sponsor sepakbola di negeri jiran itu berjibun. Dan, Asosiasai sepakbolanya mendapat dana besar dari hak siar pertandingan liga. Belajar dari situ, saat pengurus baru pimpinan Djohar Arifin masuk, mereka merombak.

Dimulailah proses tender. Singkat cerita, yang memenangkan tender hak siar Liga Primer Indonesia yang digelar PSSI adalah MNC Group untuk durasi 4 tahun. Pasalnya, nilai tawaran mereka sangat tinggi. MNC berjanji memberi Rp 100 miliar ke PSSI pada tahun pertama, Rp 200 miliar pada tahun kedua, Rp 400 miliar pada tahun ketiga, dan Rp 600 miliar pada tahun keempat. Tentu saja PSSI pilih yang menguntungkan.

Tetapi menjadi soal karena PSSI pimpinan Djohar Arifin tidak menyelesaikan terlebih dahulu kontrak dengan ANTV yang berdurasi 10 tahun tadi. Dan, pemilik ANTV adalah Nirwan Bakrie yang selama ini menghidupi dan bahkan mendanai PSSI hingga melakukan pembinaan tim nasional ke Uruguay. Mereka merasa dirugikan dan marah.

Padahal, kalau PSSI pimpinan Djohar Arifin arif, searif namanya, dan bijak serta tidak terdorong semangat asal bukan orang lama, seharusnya selesaikan terlebih dahulu perjanjian kontrak dengan ANTV baru dibuka tender baru. Bahkan, kalau mereka bersedia menyaingi tawaran MNC, hak siar diberikan saja kepada mereka. Opsi lainnya, hak siar itu dibagi dua antara MNC dan konsorsium ANTV, misalnya. Kalau saja itu dilakukan dari awal, kisruh seperti ini kemungkinan tidak membesar.

Itu baru satu soal. Masih banyak lapak lain yang diperebutkan antara dua kubu, yaitu kubu Arifin Panigoro yang sekarang memimpin PSSI dan Nirwan Bakrie yang berjuang untuk menggelar Kongres Luar Biasa untuk kembali ke PSSI.
Nah untuk mengatasi soal seperti ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai kepala negara harus turun tangan. Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie perlu didudukan di satu meja melakukan “perundingan” untuk menyelesaikan urusan pembagian lapak-lapak tadi guna mengakhiri kemelut PSSI. Tanpa itu, apa yang terjadi saat ini akan terus berulang dan rugi akhirnya adalah masyarakat sepakbola Indonesia. (Alex Madji)

Rabu, 04 Januari 2012

Be Passion


Saya baru rampung membaca buku “Your Journey To Be The UltimateU” karya Rene Suhardono. Judulnya Bahasa Inggris. Tetapi ditulis dalam Bahasa Indonesia. Seperti saya janjikan pada artikel sebelumnya, “Penghujung Tahun di Oh La La”, saya membagikan isi buku itu kepada Anda.

Buku ini adalah kumpulan tulisan Rene di klasika Kompas setiap hari Sabtu. Juga merupakan lanjutan dari buku pertamanya berjudul “Your Job is NOT Your Career”. Karena itu, dia menganjurkan supaya sebelum baca buku ini, baca dulu buku pertama tersebut.

Bahkan dia meminta, jangan hanya membaca buku setebal 261 halaman plus halaman-halaman komentar dan kata pengantar dari halaman pertama sampai akhir. Perlu waktu satu hari untuk merenung topik demi topik. Benar juga sih. Tanpa waktu merenung, buku ini bisa dibaca hanya dalam beberapa jam. Bahasanya ringan, enak dibaca, dan mudah dimengerti. Meskipun substansi yang disajikan sulit.

Buku ini sebenarnya membahas dua kata “passion” dan “purpose”. Dia mendefinisikan passion sebagai, “Segala hal sangat, sangat, sangat diminati sehingga tidak pernah terpikir untuk tidak mengerjakannya.” Tetapi passion tidak sama dengan hobi, meskipun mirip. Passion adalah anak tangga pertama sebuah perjalanan karier. Sementara purpose adalah hal-hal yang dinilai super sehingga harus dicapai.

Tetapi karier tidak sama dengan kerja. Karier lebih mengenai diri sendiri. Karier bicara soal pemenuhan kebahagian dan ketercapaian. Sementara pekerjaan hanya alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan tertentu dan alat bagi individu untuk terus tumbuh sebagai pribadi dan professional. Seseorang bisa dipecat dari pekerjaan, tetapi tidak dari karier.

Passion akan memberi nilai tambah pada pekerjaan. Tanpa passion, kerja hanya sekedar untuk mendapatkan gaji dan fasilitas kerja lainnya. Tanpa passion, pekerjaan menjadi rutinitas dan lambat laun dijalani karena keterpaksaan saja. Tetapi dengan passion, pekerjaan dilakukan dengan hati dan senang. Dengan passion kita bakal menikmati pekerjaan kita. Dengan passion aktivitas paling menantang sekalipun tetap akan menyenangkan.

Lebih dari itu, passion akan mengubah diri sendiri dan bahkan mengubah dunia. Google dan Facebook menjadi raksasa teknologi dan bisa mengubah dunia berawal dari passion. Tetapi untuk bisa mengubah diri sendiri dan dunia, ada banyak hal yang diperlukan dan menjadi syarat.

Seperti terus bermimpi, belajar dari pengalaman, mau mendengar, percaya diri, berkontribusi, tidak takut gagal, hidup ugahari, tetapkan prioritas, jaga keseimbangan antara kerja dan keluarga, menjalin relasi yang luas, punya visi, misi, berani memulai tanpa menjadikan modal sebagai penghalang memulai usaha, punya target, cinta, dan masih banyak lagi. Semua hal itu dibahas Rene dalam 40 bab bukunya.

Intinya kesuksesan tidak bisa diraih dengan semudah membalik telapak tangan. Tetapi kesuksesan tidak hanya diukur dengan harta yang bisa ditumpuk dan jabatan yang dipandang. Dalam passion, kesuksesan hanyalah buah atau hasil. Jadi kesuksesan tidak hanya diukur dari hasil, tetapi juga dari proses.

Lalu bagaimana Anda tahu bahwa Anda memiliki passion? Ciri-cirinya sederhana. Anda dikuasai oleh semacam keresahan positif untuk selalu berkreasi, berkarya dan berkontribusi. Keresahan mendera kalau hari ini tidak lebih baik dari kemarin dan semangat untuk memastikan bahwa besok akan lebih baik dari hari ini.

Nah sekarang tinggal melihat ke dalam diri dan cocokkan dengan cirri-ciri itu. Kalau sudah ada passion, tinggal dijalankan dengan sejumlah syarat di atas. Maka pasti Anda akan memetik kesuksesan. Selamat mencoba. (Alex Madji)

Selasa, 03 Januari 2012

Bubarkan Saja Polri

Kepolisian Republik Indonesia sungguh memalukan. Tidak ada yang patut dibanggakan dari institusi ini. Bayangkan, mereka baru saja membantai rakyat sipil di Mesuji Lampung dan para pengunjuk rasa di Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat. Dalam dua kasus itu, polisi berpihak pada pemilik modal. Bukan kepada rakyat yang dirugikan oleh pemilik modal.

Polisi yang dibayar dengan pajak rakyat itu justru menjadi musuh rakyat. Bukan hanya dalam kasus kekerasan seperti itu, tetapi juga dalam kasus penegakan hukum lainnya. Para pencuri kakap dilindungi, sementara rakyat kecil dijebloskan ke penjara hanya karena kasus sepele. Soal ini, sudah terlalu sering terjadi.

Simaklah apa yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah. Ini yang terbaru. Seorang bocah berusia 15 tahun, dipukul tiga orang polisi, diinterogasi, sebelum akhirnya ditahan oleh polisi hanya karena mencuri sandal jepit di kantor polisi. Miris dan memalukan.

Beritanya tersiar di kantor berita asing seperti AP. Kantor berita ini menyebutkan, ribuan orang menggelar aksi demo dengan meletakkan sandal jepit murah di kantor polisi, sebagai bentuk perlawanan dan sindiran terhadap polisi.

Polisi memenjarakan bocah itu dengan alasan penegakan hukum. Tetapi kok mereka tidak pakai alasan yang sama untuk menyeret para jenderal yang memiliki rekening gendut yang asal muasal dananya tidak jelas? Kok polisi tidak berani menangkap para koruptor kelas kakap yang mencuri uang negara bermiliar-miliaran dan triliunan dan lari keluar negeri?

Makin jelas bahwa pisau hukum negara ini tajam ke bawah (rakyat jelata), tetapi tumpul ke atas (penguasa, pemilik modal, dan pencuri uang rakyat). Penegakan hukum di negara ini sungguh-sungguh tidak adil. Padahal prinsip dasar hukum adalah harus adil. Hukum hanya berlaku bagi rakyat kecil. Sementara mereka yang berkuasa dan kaya bisa mengangkangi hukum seenak udelnya.

Polisi republik ini memang cemen. Beraninya cuma kepada rakyat kecil. Sedangkan kepada penggede bangsa ini takut. Mungkin karena mereka sendiri juga maling. Dan, maling dilarang saling meneriaki. Maling dilarang teriak maling.

Karena itu, lebih baik polisi negara ini dibubarkan saja dan diganti pramuka. Uang negara tidak perlu dihabiskan untuk menggaji mereka yang tidak mengayomi dan melayani masyarakat, seperti motonya. Selanjutnya, sebagian kecil dari anggaran untuk kepolisian dipakai untuk beli sandal jepit masyarakat. Sisanya, untuk mengentas kemiskinan yang dialami puluhan juta rakyat Indonesia.

Senin, 02 Januari 2012

Detik-detik Peralihan Tahun

Selasa, 2 Januari 2011. Ini hari kedua pada tahun baru. Tidak ada hal luar biasa yang saya mau ceritakan, selain cerita detik-detik peralihan tahun dari 31 Desember 2011 ke 1 Januari 2012.

Tahun ini, kami merayakan malam pergantian tahun di rumah saja. Tahun sebelumnya, kami merayakan peralihan tahun di Puncak, Bogor bersama saudara-saudari sekampung. Ketika itu acaranya seru. Doa, nyanyi-nyanyi sampai pagi, dan bakar ayam kampung sambil menikmati dinginnya udara daerah pegunungan kami lakukan saat itu.

Sementara pada peralihan tahun ini, acaranya sederhana. Kami, 21 orang, menggelar acara di rumah saya, Graha Bintara GR 41 No 3. Meski tidak seseru tahun lalu, kami upayakan agar momen-momen peralihan tahun ini berkesan. Sejak Sabtu, 31 Desember 2011 pagi, kami sudah siapkan sejumlah hal, terutama berkaitan dengan makanan.

Istri saya, Susi Berindra sudah belanja daging babi 4 kilogram, ikan kakap 6 ekor, udang, sosis dan bakso. Karena tanpa kordinasi yang baik, sepupu saya, Ino Jemabut juga beli tiga kilogram daging babi. Jadilah jumlah daging babinya sangat banyak.

Belum lagi, ada tambahan ikan dari adik ipar saya, Caecilia Rilis yang rumahnya hanya berselang satu rumah dari rumah saya. Rencananya, babi akan dipanggang, sementara ikan, udang dan sosis dibakar.

Tetapi tidak semua barang itu “diselesaikan” malam itu. Kami hanya bakar ikan kakap. Sementara udang dan sosis yang sudah ditusuk menjadi sate udang urung dibakar karena takut tidak bisa dihabiskan. Dan, yang paling penting, sudah keburu lapar.

Selama proses itu, kami isi dengan tetabuhan gendang dan nyanyi-nyanyian. Nyanyian daerah asal kami tentu saja; Manggarai, Flores, NTT. Sampai anak-anak satu kompleks menonton kami. Saking hebohnya. Maklum, acara di rumah itu mengalahkan acara bakar-bakar yang digelar RT di tempat yang tidak jauh dari rumah kami. “Kami juga terhibur,” kata ketua RT saat bertemu pada detik-detik setelah pergantian tahun.

Setelah tenaga habis dipakai untuk bakar ikan dan nyanyi-nyanyi, kami makan malam pukul 22.00 WIB. Agak terlambat memang. Menunya, babi panggang, ikan bakar, dan sayur daun singkong. Sederhana, tetapi cukup nikmat.

Sayangnya, setelah makan sejumlah orang pulang ke rumah masing-masing yang kebetulan dekat. Sementara istri dan anak-anak saya sudah ngantuk berat persis pada detik-detik peralihan tahun.

Akhirnya, yang tersisa untuk melantunkan doa syukur dan permohonan pada ujung dan awal tahun itu hanya enam orang. Dalam kekhuskan, kami berenam, mewakili 15 orang lainnya tadi bersyukur atas hikmat dan nikmat yang sudah diterima pada 2011. Sambil melantunkan permohonan agar diberi kesehatan yang prima, kesuksan dalam pekerjaan, dan kemampuan mewujudkan niat dan harapan pada tahun baru ini.

Kami juga berdoa bagi mereka yang sudah berpulang agar mereka diterima di sisi Tuhan Yang Mahakuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan. Itulah doa kami pada peralihan dan awal tahun 2012. Smoga Tuhan berkenan mendengar.

Kami tidak mengakhir tahun dengan pesta kembang api. Apalagi petasan. Di tempat lain, bakar kembang api dan petasan ramai dilakukan. Nah, tahun baru Anda seperti apa? (Alex Madji)