Senin, 03 Oktober 2011

Prima Auto Wash Balik Modal 1,5 Tahun


Prima Pradnya Paramita namanya. Umurnya baru 32 tahun. Tetapi dia sudah berani melepas pekerjaan kantoran dan terjun ke dunia usaha. Usaha yang dipilihnya pun tidak lazim untuk seorang perempuan, yaki cuci mobil/motor. Dunia ini baru ditekuninya enam bulan terakhir. Meski demikian, keuntungan dari bisnis ini sungguh menggiurkan dan menjanjikan.

Ketika ditemui Sabtu, 1 Oktober 2011 lalu, perempuan berkerudung ini tengah duduk di balik meja di tempat cuci motor-mobil yang dibabtis dengan nama dia sendiri, “Prima Auto Wash”, yang terletak di Ruko Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan.

Perempuan cantik beranak dua ini berkisah, tadinya dia bekerja di sebuah kantor advertising. Cukup lama dia bekerja di situ. Jodohnya pun ditemukan di sana. Setelah menikah dengan teman kantornya, mereka dikarunia dua orang anak. Anak pertama mereka, seorang laki-laki bernama Arsa (8 tahun), berkebutuhan khusus (tuna rungu).

Tadinya, orang tua Prima membantu mengurus Ernah. “Tetapi saya kan tidak bisa mengandalkan mereka terus menerus,” ceritanya.

Pada 2006, Prima lalu memutuskan berhenti total dari pekerjaannya. Intensinya, untuk lebih fokus mengurus anak sulungnya itu. Tetapi dia tidak mau tinggal diam begitu saja di rumah. Dia mencoba berbuat sesuatu. Dia pernah mencoba berbisnis pakaian bayi bersama tiga orang temannya. Mereka buka toko baju bayi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

“Tempat itu memang ramai, tetapi ternyata tidak cocok untuk pakaian bayi. Makanya usaha itu gagal. Ternyata tempat ramai tidak menjamin. Lebih baik buka toko bayi di ITC,” imbuh perempuan yang hari itu mengenakan kaus kuning dibalut sweater hitam dan krudung hitam bercerita.

Usaha lain yang pernah dicobanya adalah event organizer perkawinan. Usaha ini masih jalan sampai sekarang. Meski agak fakum pada enam bulan terakhir, sejak dia menekuni bisnis cuci mobil/motor.

Balik Modal
Usaha cuci mobil/motor bernama Prima Auto Wash ini dimulai Prima sejak enam bulan lalu. Dia merogoh kocek Rp 110-Rp 120 juta untuk modal awal usaha ini. Hebatnya lagi, dana ini tidak diperolehnya dari pinjaman bank, tetapi dari modal pribadi. Itu sebabnya, kata dia, business plan-nya harus matang sebelum menjalankan usaha.

Dana sebesar itu dipakainya untuk menyewa ruko (rumah toko) sebesar Rp 25 juta per tahun selama dua tahun . Selebihnya dana itu dipakai untuk membeli berbagai perlengkapan tempat cuci mobil/motor, plus memoles ruko yang tadinya tidak terlalu laku itu. “Ruko ini termasuk murah. Kalau di ruko-ruko baru, sewanya lebih mahal,” ujar Prima.

Dari hitung-hitungan selama enam bulan ini, Prima memperkirakan usahanya itu akan balik modal satu tahun mendatang atau satu setengah tahun sejak usaha itu dibuka. Sebab pendapatan kotor selama satu bulan mencapai Rp 15 juta. Sedangkan pengeluarannya hanya Rp 6-7 juta. Perinciannya, untuk gaji 6 orang karyawan plus satu tenaga lepas yang bekerja 7-8 jam, sebesar Rp 4-5 juta dan biaya listrik, sabun dan lain-lain sebesar Rp 2 juta. Jadi, total penghasilan bersih bisnis cuci mobil/motor itu mencapai Rp 9-10 juta per bulan. Tarolah penghasilan bersihnya Rp 10 juta, maka pendapatan satu bersih satu tahun Rp 120 juta.

Lebih lanjut Prima menceritakan, pelanggan tempat cuci mobil/motornya lumayan. Pada Sabtu/Minggu, jumlah mobil yang cuci di situ bisa mencapai 40 unit. Sedangkan motor maksimal 40 unit. Itupun karena jumlahnya dibatasi. “Kalau tidak dibatasi, kasihan karyawan. Mereka sudah capai sekali,” ujarnya.

Sementara pada hari-hari biasa atau weekdays, jumlah motor lebih banyak dari mobil. Rata-rata sehari motor bisa mencapai 30, sementara mobil hanya 15 unit per hari. Tetapi jumlah ini, baik pada akhir pekan maupun hari biasa, akan meningkat kalau musim hujan tiba. Selain cuci mobil/motor, Prima Auto Wash juga menerim cuci helm. “Selama enam bulan ini, pelanggan itu sudah punya pola sendiri. Jadi kita bisa tahu,” imbuhnya.

Dengan pola seperti itu, Prima yakin usahanya ini sudah break event point (BEP) dalam waktu satu sampai satu setengah tahun. Dia pun lantas bersyukur atas hasil seperti ini. Bahkan, sekarang dia berpikir untuk membuka usaha pelengkap tempat cuci mobil/motor itu. Terkait itu, dia berencana mebuka barber shop atau tempat potong rambut. Sembari tunggu mobil/motor selesai dicuci, mereka bias potong rambut. “Tetapi saya tidak mau invest modal baru. Saya tunggu keuntungan dari usaha ini,” ucapnya.

Terkait kesuksesan usaha cuci mobil/motornya itu, lebih jauh dia melihat, ini adalah rahmat dan berkat si sulung yang berkebutuhan khusus tadi. Pasalnya, kebutuhan anak berkebutuhan khusus pasti tinggi. Alat Bantu dengar saja, kata dia, harus diganti setiap 3-4 tahun. Harganya pun lumayan mahal.

Di ujung perbincangan pagi itu, Prima menegaskan bahwa terjun ke dunia usaha memang tidak mudah. Ada jatuh bangunnya. Meski demikian, jangan pernah menyerah. Harus berani mencoba. Selain itu, harus ada perencanaan bisnis yang matang. Dengan perencanaan yang matang, peluang untuk sukses itu besar. “Saya tidak mau buat usaha hanya untuk rugi,” ucapnya.

Satu lagi. Menurut perempuan putih langsat ini harus ada keberanian untuk memulai. Tanpa keberanian memulai, rencana usaha tidak akan pernah terwujud. Jangan takut gagal. Kegagalan selalu menjadi tempat pembelajaran untuk meraih kesuksesan. Paling tidak, itulah yang dia alami dan dilakukan Prima. Gagal untuk maju dan meraih kesuksesan. Jadi, harus nekat. (Alex Madji)

Kamis, 29 September 2011

Antara Israel dan Batak


Presiden Palestina Mahmud Abbas mengambil langkah historis dengan mengusulkan keanggotaan Palestina ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Langkah Abbas ini menggetarkan Israel dan Amerika Serikat (AS). Sampai-sampai, Presiden AS Barack Obama, dalam pertemuan dengan Abbas sebelum Abbas mengusulkan secara resmi keanggotaan Palestina di PBB, meminta Abbas untuk mengurungkan niatnya.

Obama berpendapat, Palestina tidak boleh melakukan lompatan sejauh itu. Dia harus berdamai dulu dan melakukan perundingan dengan Israel sebelum Palestina merdeka dan menjadi anggota PBB. Tetapi langkah Palestina itu didukung oleh lebih dari 100 negara.

Sementara Israel bergeming. Pembangunan hunian warga Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, wilayah Palestina, terus dilakukan. Israel bertindak begitu karena didukung oleh AS. Ini adalah hasil lobi orang-orang yahudi di negara itu.
***

Rabu, 28 September 2011, saya makan siang di kantin Universitas Katolik Atmajaya Jakarta. Setelah memesan paket nasi dan ayam goreng seharga Rp 10.000, saya mencari tempat tempat duduk yang nyaris terisi penuh.

Untunglah, di sebuah meja ada seorang bapak yang mengenakan seragam seperti guru di kampung saya di Flores duduk seorang diri. Saya lalu minta ijin untuk duduk di depannya karena dia mengatakan bangku di depan dia itu kosong. Sebanarnya dia bersama temannya. Tetapi temannya itu duduk di meja sebelahnya. Keduanya bercakap-cakap dengan nada tinggi dan dalam bahasa daerah. Sungguh saya tidak paham. Tapi sambil makan, saya merekam.

Kata yang paling banyak diucapkan oleh bapak berseragam seperti guru di kampung saya itu tadi adalah "Batak" dan "Israel". Sesekali juga dia berbicara dalam Bahasa Indonesia. Sehingga, saya menyimpulkan bahwa kedua bapak itu berbicara Bahasa Batak dan membicarakan tentang Batak dan Israel.

Yang paling banyak bicara adalah bapak yang di depan saya. Sementara teman yang duduk di meja sebelah hanya menimpali sesekali.

Si bapak ini berbicara bahwa Batak harus meniru Israel. Mau hidup di manapun mereka tetap Israel dan berjuang untuk Israel. Bila perlu berbahasa Israel. Itu sebabnya, meski mereka hidup di AS, mereka tetap "bekerja" untuk Israel. Paling tidak lobi-lobi mereka membuat AS begitu mendukung Israel.

Batak juga harus begitu. Dimana pun orang Batak hidup, mereka tetap harus menjadi Batak, menghayati nilai-nilai Batak. Bila perlu berbicara Batak. Tetapi yang terakhir ini tidak mutlak.

Tetapi yang pasti, orang Batak tidak boleh tercerabut dari akar budayanya di manapun mereka hidup. Nilai-nilai Batak tetap harus dipegang teguh dan kebajikan-kebajikan Batak dijunjung tinggi. Jadi, dimanapun orang Batak itu berada, mereka harus menjadi Batak 100 persen.

Bapak itu berbicara dengan sangat semangat. Sesekali diselingi dengan derai tawa. Sementara saya yang duduk di depannya terus makan, seolah tidak mendengar apa yang dia sedang bicarakan.

Pernyataan si bapak tadi sangat boleh jadi mencerminkan rasa bangga yang begitu kental akan "kebatakannya". Batak bagi dia harus menjadi bangsa unggul karena memiliki nilai-nilai yang harus dipertahankan dan diperjuangkan.

Yah, kira-kira seperti Israel yang juga merasa sebagai bangsa unggul. Atau dalam bahasa agama, Israel adalah umat pilihan. Nilai inilah yang membuat mereka tetap menjadi Israel dan berjuang untuk Israel di mana pun mereka hidup.

Nah, apakah ini bentuk sauvinisme? Silahkan Anda menilai sendiri. (Alex Madji)

Senin, 26 September 2011

Meg Whitman, Mencoba Mengulangi Sukses di eBay


Meg Whitman atau yang bernama lengkap Margaret Cushing Whitman baru saja dinobatkan sebagai Chief Executive Officer (CEO) Hewlett-Packard Co, sebuah perusahan teknologi komputer terkemuka Amerika Serikat (AS), tepatnya pada 22 September 2011 pekan lalu.

Perempuan kelahiran Cold Spring Harbor (Long Island) New York 4 Agustus 1956 ini diangkat sebagai Presiden dan CEO perusahan tersebut menggantikan Leo Apotheker yang baru berkuasa sejak Februari 2011 silam.

Berbicara Meg Whitman tidak lain berbicara tentang kesuksesan. Lulusan Princeton University dan Harvard Business School ini selalu menjadi eksekutif di beberapa perusahaan. Pada 1980-an, mantan Calon Gubernur California ini menjabat sebagai Wakil Presiden Strategic The Walt Disney Company. Lalu pada 1990-an perempuan dari Partai Republik ini menjadi eksekutif DreamWorks, Prokter&Gamble, dan Hasbro.

Kemudian selama 10 tahun (1998-2008) dia menjabat Presiden dan CEO eBay. Di sinilah kesuksesan dia yang paling fenomenal. Tangan dinginnya sangat teruji di sini. Bayangkan dia mampu mengembangkan eBay dari sebuah perusahan kecil dengan hanya 30 karyawan dan penghasilan 4 juta dolar Amerika Serikat (AS) per tahun menjadi sebuah perusahan besar dan raksasa dengan 15.000 karyawan dan penghasilan per tahun mencapai 8 miliar dolar AS. Hebatnya lagi, perempuan beranak dua ini berhasil mencatatkan eBay pada bursa saham AS.

Pencapain itu sungguh luar biasa, bila dilihat kondisi eBay ketika dia masuk pertama kali ke perusahan tersebut. Ketika Whitman bergabung, eBay hanyalah sebuah website sederhana berwarna hitam putih. Pada hari pertama berkantor di eBay, website itu malah mati selama delapan jam.

Semangat untuk membangun website ini lalu bertumbuh pada dirinya. Dia lalu membentuk sebuah tim eksekutif baru. Dia kemudian memimpin perusahan ini dengan membaginya ke dalam 23 kategori bisnis. Setiap kategori memiliki eksekutif masing-masing, termasuk 35.000 subkategori.

Lalu pada 2004, Whitman membuat beberapa perubahan kunci dalam manajemen timnya. Jeff Gordon mengambil alih Paypal, lalu Matt Bannick mengontrol operasi internasional dan Bill Cobbs diangkat sebagai pengontrol untuk operasi wilayah Amerika Serikat dengan logo Amerika Serikat yang mentereng. Sedangkan setiap situs internasional memiliki brand yang unik.

Singkat cerita, di bawah kepemimpinannya, eBay berkembang pesat dan menjadi perusahan besar di Negeri Paman Sam itu. Setelah sukses membesarkan eBay, Whitman keluar dari perusahan itu pada November 2007. Meski demikian, dia tetap masih menjabat sebagai board perusahan itu hingga 2008 sebelum akhirnya dia betul-betul melepaskan eBay.

"Saya sudah katakan bahwa 10 tahun adalah waktu yang cukup untuk berada bersama sebuah perusahan, termasuk perusahan seperti ini. Sekaranglah waktunya untuk seorang pemimpin baru, dengan perspektif baru dan visi baru," ujarnya ketika itu.

Atas kesuksesannya bersama eBay itu, istri Griffith Rutherford Hars IV itu, menerima berbagai penghargaan. Dia dinobatkan sebagai satu dari lima perempuan berpengaruh oleh Majalah Fortune. Sementara Harvard Business Review menobatkannya sebagai CEO terbaik nomor delapan pada masa itu (dekade yang lalu). Sedangkan Financial Times menobatkannya sebagai salah satu dari 50 orang sukses pada periode itu.

Kesuksesan itu pula yang membuat HP memilih ibu dari Griffith Rutherford Harsh V dan William Whitman Harsh itu menjadi CEO dan Presidennya. Tentu dengan sebuah harapan bahwa dia mengulangi kesuksesannya selama memimpin eBay. Dengan begitu dia membawa HP semakin berkibar dan menjadi perusahan teknologi komputer paling terkemuka di dunia. (Dari berbagai sumber/Alex Madji)

Kehidupan Dunia Malam di Jakarta


Malam semakin merayap. Jalanan Jakarta masih ramai. Kami memasuki sebuah tempat hiburan malam di sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Pusat. Konon, kelab malam ini sering didatangi kalangan berduit. Untuk pertama kalinya saya datang ke sini.

Malam itu, Jumat 23 September 2011. Kami mengadakan pesta perpisahan dengan seorang teman kantor. Dia pindah kerja setelah berada di bawah satu atap bersama. Tentu saja, "pesta perpisahan" ini dibayar oleh dia. Karena, secara posisi di kantor, dia bos. Dan, di tempat kerjanya yang baru ini dia akan menjadi orang nomor satu.

Pukul 18.30 WIB kami naik ke lantai dua kelab malam itu. Keluar dari lift lalu belok kiri sampai mentok terus ke kiri lagi. Lalu kami masuk ke pintu pertama setelah berbelok ke kiri. Astaga! Luasnya minta ampun. Sebuah ruang karoke yang begitu elit, luas dilengkapi berbagai fasilitas.

Di sana ada tiga televisi besar. Satu TV yang di tengah untuk karoke. Dua lainnya, di sisi kiri dan kanan, dipakai untuk nonton berita dan film. Selain itu ada enam salon gantung ukuran kecil plus empat salon besar yang ditempatkan di sisi kiri dan kanan lemari TV tadi.

Fasilitas lainnya adalah dua toilet, satu ruang pijet refleksi yang berukuran kecil lengkap dengan kursi malas di sana. Ada satu mini bar, tempat pelayanan segala jenis minuman. Di depan TV tadi, ada empat sofa besar dengan satu meja panjang. Agak di dekat televisi, ada satu meja bundar kecil. Selain itu masih ada satu meja biliar dengan empat stik plus sofa panjang yang bisa diduduki tujuh orang di sampingnya.

Sebelum nyanyi-nyanyi, kami pesan makan malam. Semuanya pesan sop buntut kuah dan goreng plus buah-buah segar. Setelah selesai makan, ada yang mulai main biliar, ada yang mulai dengan nyanyi.

Tak lama berselang, beberapa jenis minuman diantar. Sejurus kemudian, perempuan-perempuan cantik sebanyak 10 orang masuk. Ada yang pakai rok mini dengan baju lengan setengah panjang, layaknya orang kantoran, tetapi satu kancing di atas dada dibiarkan terbuka. Ada yang pakai terusan selutut. Tetapi ada juga yang pakai pakaian super seksi. Yang terbungkus hanya bagian dada hingga paha jauh di atas lutut.

Mereka lalu menyebar di antara kami. Satu orang dapat satu. Mereka menemani nyanyi, menuangkan minuman ke gelas. Mereka menemani joget dan dansa super rapat. Seolah sudah lama bertemu, mereka begitu mesra. Ada yang mengelus-elus manja tamunya. "Suka dugem ya Pak," tanya salah satu dari mereka. "Enggak," jawab saya. "Kok lincah banget jogetnya," ucapnya.

Saat mereka datang, lampu mulai diredupkan. Yang tersisa hanya cahaya televisi, kecuali di meja biliar, masih ada sedikit cahaya lampu. Sebab di situ masih ada yang main bola sodok itu.

Makin malam, minuman dengan kadar alkhohol hingga 40 persen makin lancar dikeluarkan. Dan dalam waktu singkat habis. Botol demi botoh habis, sampai ada teman mengaku melayang karena kebanyakan minuman. Untunglah semuanya masih bisa dikontrol. Tidak ada yang berlebihan dan tidak ada yang bertindak di luar kewajaran.

Melihat Perempuan Telanjang
Sebenarnya, ini bukan pertama kali saya menikmati kehidupan dunia malam. Pada periode 2003-2006, saya cukup sering mendatangi tempat-tempat hiburan. Tentu bukan atas biaya sendiri tetapi dibayari teman. Pernah di sebuah malam, kami memasuki kelab malam di kawasan pecenongan. Kami di antar ke sebuah diskotik. Di sana kami menyaksikan tari telanjang. Setelah itu diajak masuk ke sebuah ruangan ditemani beberapa perempuan. Mereka minum sampai mabuk di situ. Mereka pun mau melayani apa pun yang diminta tamunya, termasuk melakukan hubungan intim.

Ketika itu ada perempuan yang mengaku masih perawan. Kepada seorang teman dia, melalui temannya, diminta bayaran tinggi, kalau memakai jasanya.

Pada kesempatan lain, Kami pernah juga masuk ke sebuah tempat spa di Pecenongan Jakarta Pusat. Di situ, saya menyaksikan perempuan-perempuan warga negara asing, dari Cina Selatan, dipajang dalam ruang kaca. Perempuan-perempuan ini dikenal dengan sebutan cungkok. Mereka yang hanya mengenakan bra dan celana dalam. Mereka siap dipakai untuk menemani tamunya di tempat itu untuk aktivitas apa pun, termasuk menemani mandi di kolam. Tetapi saya sendiri tidak pernah memakai mereka karena tidak ada yang membayar. Paling saya hanya menikmati pijet refleksi yang dilakukan oleh kaum pria dan sauna.

Kali lain, saya juga diajak menyusuri gang-gang di kawasan Hayam Wuruk. Di sana banyak sekali tempat hiburan. Kami pernah menikmati "mandi susu" di sana. Mandi susu ini adalah mandi menggunakan susu. Setiap tamu dimandi dengan susu oleh perempuan pelayan di situ. Semua dalam keadaan telanjang bulat. Lelaki dimandikan tidak dengan tangan tetapi dengan susu sang pelayan.

Sebelum memasuki kamar, para tamu dipersilahkan memilih "pemandinya" di lantai bawah. Ruangan it penuh sesak dan remang-remang. Setelah nego harga dan sreg dengan perempuan pilihannya, baru masuk ke kamar untuk melakoni ritual mandi susu.

Selain hiburan ekstrim seperti itu, masih banyak tempat-tempat hiburan ringan untuk pijet, sauna dan luluran di kawasan Mangga Besar. Pernah, pada sebuah malam, saya dan seorang teman bertandang ke situ pada malam bulan puasa. Ketika sampai di sana, penjaga di situ mengatakan bahwa tempat itu tutup selama puasa. Pintu pun hanya dibuka setengah. Padahal, beberapa menit sebelumnya, salah satu teman kami sedang dipijet di sana.

Sambil ke luar dari lokasi tersebut, kami menelepon teman tadi. Setelah diberitahu bahwa tempat itu tetap buka, kami lalu masuk lagi. Kali ini, akhirnya mereka bukakan pintu untuk kami, meski sudah larut malam. Kami pun menikmati mandi air panas dan pijet malam itu.

Begitulah kehidupan dunia malam di Jakarta. Pengalaman ini mungkin belum seberapa. Mungkin masih ada orang yang mengalami lebih dari ini. Tetapi intinya, kehidupan malam di Jakarta sangat marak dan peredaran uang pada bisnis ini sangat besar. (Alex Madji)

Kamis, 22 September 2011

Nikmati Soto Ayam Lamongan Pak Karnadi


Setiap hari, saya melewati Jalan Palmerah Barat kalau pulang kantor. Selalu ada yang menarik perhatian saya di jalan itu, yakni parkiran motor yang cukup ramai dan kerumunan orang banyak di sebuah warung tenda di pinggir jalan. Tepatnya di depan bengkel servis dan suku cadang kulkas dan mesin cuci yang terletak di samping gerbang Percetakan Tempo atau Temprint di Jalan Palmerah Barat No 8, Jakarta Selatan.

Sudah lama saya ingin mampir, tetapi selalu tidak kesampaian. Kamis, 22 September 2011, saya niatkan untuk singgah. Di situ ada sebuah warung tenda Soto Ayam. Tidak ada namanya. Pada sebuah kain putih yang sudah menghitam, tertulis Soto Lamongan. Itupun tidak kelihatan dan tertutup oleh motor yang berjejer di depannya.

Malam itu pengunjungnya penuh. Semua kursi sudah terisi. Beberapa orang antri sambil berdiri. Saya pun ikut. Tampak sekali, para tamu makan tergesa-gesa karena dipelototi tamu lainnya yang sedang menunggu giliran. Belum lagi mereka yang berdiri sambil menunggu pesanan mereka yang harus dibungkus. Setelah menunggu, sambil mengambil gambar, saya pun dapat tempat duduk.

Di tenda itu, hanya ada satu meja dengan 9 kursi plastik yang begitu rapat. Satu lagi meja yang digantungkan di tembok pagar rumah orang dengan tiga kursi plastik di bawahnya. Masih ada tiga kursi plastik lainnya yang dijejerkan di samping grobak. Kursi ini ditempati oleh pelanggan yang menunggu gilirin dapat tempat di meja.

Malam itu, saya pesan satu porsi soto ayam dengan nasi setengah. Tak berapa lama pesanan saya datang. Semangkok soto ayam berkuah kuning kental datang. Dua orang pelayan, termasuk istri Bapak Karnadi dengan seorang kerabatnya dengan lincah melayani para tamu, termasuk saya. Sementara Pak Karnadi sendiri sibu meracik pesanan tamu-tamunya.

Saya mencoba mencicip. Enak memang. Maknyus. Dagingnya empuk dan lumayan banyak. Kol dan mie putih serasi. Kuahnya kental. Minyaknya melumer. Tapi ya enak dan sedap di lidah.

Soto Pak Karnadi ini diberi variasi ceker. Tetapi hanya yang beruntung yang kebagian ceker. Jadi kalau Anda doyan ceker, sebaiknya pesan khusus. Itu pun kalau masih ada, kata istri Pak Karnadi. Di situ ada dua pilihan, soto campur atau pisah. Malam itu, saya memilih soto pisah. Yang suka kerupuk, jangan khawatir. Di situ juga tersedia kerupuk yang bisa diambil sendiri di samping gerobak. Sementara untuk minum, tersedia teh hangat, es teh manis dan es teh tawar. Soal harga? Untuk pesan saya cukup dengan Rp 10.000.

Setelah saya coba sendiri, baru saya mengerti, mengapa setiap hari di warung itu selalu ramai. Kata orang, salah satu tanda sebuah tempat makan itu enak adalah banyaknya kendaraan yang parkir di depannya. Dan, betul. Maka tidak heran, saban hari, antrian motor di warung tenda itu cukup panjang. Manusia pun berjubel. Bahkan untuk dapat kursi harus antri cukup lama, seperti yang saya alami. Selain dipesan untuk dimakan di situ, ada pula yang dibungkus.

Menariknya, mereka yang makan di situ bukan hanya orang-orang di sekitar itu. Orang-orag kantoran dengan penampilan cukup necis juga datang makan di situ. Ya, mereka memanjakan lidah sambil menunggu kemacetan terurai.

Warung soto Lamongan tanpa nama itu milik Pak Karnadi. Dia menceritakan, warung tenda itu baru dibuka pada pukul 17.00 WIB sampai habis. Sejak pagi hingga sore, tempat itu menjadi "etalase" kulkas dan mesin cuci reparasi pemilik lahan tersebut.

Sebenarnya, warung itu sudah ada cukup lama. Menurut pengakuan Karnadi, sudah hampir 22 tahun mereka jualan di situ. Sayangnya, tematnya tidak terlalu luas dan terlampau nyempil.

Nah, Anda mau coba? Silahkan datang sendiri. Anda bisa pakai motor (sangat dianjurkan karena jalannya kecil) dari arah Pasar Palmerah sampai Temprint sudah ada jejeran motor di pinggir jalan. Atau Anda bisa datang dari arah Binus atau Indopos, tetapi harus mutar balik.

Kalau Anda pakai mobil, Anda pasti kesulitan mencari tempat parkir. Satu-satunya yang bisa diparkiri mobil adalah Indomaret yang kira-kira berada 10 meter dari warung tenda itu. Selamat mencoba. (Alex Madji)

Selasa, 20 September 2011

Inspirasi dari Cristiano Ronaldo


Cristiano Ronaldo bukan hanya sukses di lapangan hijau. Dia juga sukses sebagai pengusaha. Sejak 2006, dia terjun ke dunia bisnis dengan bergerak dalam bidang fashion. Dia mendirikan butik dan mengeluarkan merek dagang CR7, yang menjadi inisial namanya plus nomor punggung yang dipakainya ketika bermain untuk Manchester United (MU).

Dia membuka Toko CR7 pertama di kampung halamannya di Funchal yang terletak di Pulau Madeira pada 2006. Kemudian dia mengembangkan usahanya dengan membuka toko kedua di ibukota Portugal, Lisbon pada Oktober 2008. Toko pertama di Funchal dikelola oleh dua saudara perempuannya, Katia dan Telma.

“Saya berharap toko ini sukses. Saya suka dengan pakaian-pakaiannya dan saya mengidentifikasikan diri saya dengan gaya CR7,” kata Ronaldo pada saat peresmian toko keduanya di Lisbon dua tahun silam. Pada acara itu, hadir pula ibunya, dua saudarinya Katia dan Telma, dan saudaranya Hugo, serta perempuan yang menjadi teman dekatnya.

Barang-barang bermerek CR7 itu adalah ikat pinggang, tas tangan, topi, syal, sepatu, hem dan berbagai macam barang lainnya. Kebanyakan barang itu diperuntukan bagi mereka yang bergaya hidup metroseksual. Barang-barang merk CR7 tidak hanya untuk pria, tetapi juga untuk kaum hawa.

Pendirian toko itu plus barang-barang bermerk CR7 itu ditujukan untuk para penggemar Cristiano Ronaldo yang ingin mengenakan pakaian seperti yang dikenakan oleh idolanya itu.

Sebagai orang terkenal, pendirian toko dan merek dagang seperti ini sangat strategis dan pasti laku. Bayangkan, di media sosial Facebook saja, Ronaldo memiliki 34 juta penggemar. Dia menjadi orang non Amerika Serikat (negeri asal Facebook) pertama yang memiliki penggemar sebanyak itu di Facebook. Kalau penggemarnya ini ingin memakai apa yang dipakai idolanya itu, betapa untungnya toko dan merek barang CR7 itu. Maka makin kayalah dia.

Anak Yatim
Ronaldo kini menjadi milioner dunia berkat sepakbola. Tetapi dia tidak diam begitu saja setelah kaya dengan sepak bola. Maklum, dia lahir dari keluarga yang biasa saja. Ibunya, Maria Dolores dos Santos Aveiro, adalah juru masak. Sementara ayahnya, Jose Dinis Aveiro hanya tukang taman di pemerintah kota. Pria bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro ini lahir di Santo Antonio dekat Funchal, Madeira pada 5 Februari 1985. Dia bungsu dari empat bersaudara (tiga saudaranya adalah Hugo, Katia, dan Telma)

Pada September 2005, ayahnya Jose Dinis Aveiro meninggal dunia dalam umur 52 tahun karena mengidap penyakit lever. Koran-koran Inggris, ketika itu, memberitakan bahwa Jose Aveiro meninggal dunia karena minuman keras. Tetapi berita ini dibantah oleh ibu Ronaldo.

Sebagai orang yang punya segalanya, Ronaldo berpindah dari pelukan perempuan yang satu ke perempuan yang lain. Rata-rata, mereka adalah model. Selama bermain untuk MU, dia pernah pacaran dengan model Inggris Alice Goodwin dan Gemma Atkinson. Sejak awal 2010 dia pacaran dengan model dari Rusia Irina Shayk. Dia juga pernah diberitakan terlibat dalam pesta seks dengan pelacur yang masih berumur di bawah 17 tahun di Milan dengan bayaran tinggi. Tetapi Ronaldo membantah berita ini.

Belum lama ini dia mengaku bahwa dia sudah menjadi ayah dari seorang anak laki-laki bernama Cristiano. Tetapi identitas lengkap anak itu masih dirahasiakan. Ibu dari anak itu pun tak diungkap ke publik. Kini anak tersebut tinggal bersama neneknya, Dolores dan tante-tantenya Katia dan Telma.

Terlepas dari “kenakalannya” itu, Ronaldo tetap menginspirasi Anda. Dia yang punya segalanya saja masih membuka toko. Maka tidak salah kalau kita meniru kreativitasnya. Tentu saja dengan kemampuan yang ada pada Anda masing-masing. (Dari berbagai sumber/Alex Madji. Tulisan ini juga dimuat di www.wartaukm.com)

Senin, 19 September 2011

Menunggu Cerita Sukses


Sabtu, 17 September 2011 lalu, saya diundang pada peluncuran sebuah portal berita di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Namanya, www.wartaukm.com. Situs ini konsen pada berita-berita usaha mikro kecil menengah (UMKM). Mengapa sektor ini yang dipilih? Menurut mereka, belum banyak media yang mengkhususkan diri pada sektor usaha ini karena hampir pasti tidak ada uangnya.

Padahal, UMKM menjadi salah satu penopang utama perekonomian bangsa ini. UMKM tidak goyah ditiup angin krisis. Itu terbukti pada 1998 dan 2008-2009. Ironisnya, pemerintah terkesan tidak serius menglola sektor ini.

Acara peluncuran portal berita itu sangat-sangat sederhana. Meski demikian, mimpi dan semangat para pendirinya besar. Itu terlihat pada wajah-wajah ceria mereka. Seyum terus tersungging saat bel peluncuran situs itu dibunyikan.

Pendiri dan awaknya masih muda-muda. Sudah barang tentu semangat mereka menyala-nyala. Bahkan, kadang-kadang, emosinya meledak-ledak.

Bisnis online ini sudah muncul satu decade lalu, pasca krisis keuangan 1997-1998. Ketika itu muncul macam-macam portal berita. Sebut saja sebagai contoh: detik.com, satunet, astaga, lippostar dan masih banyak lagi. Tetapi tidak banyak yang bertahan. Satu demi satu rontok. Satu-satunya yang bertahan dan mampu berkibar adalah detik.com. Kini, portal berita terdepan di Indonesia sudah pindah kepemilikan.

Portal berita ini lahir di tengah menjamurnya bisnis online, baik toko online maupun situs berita. Banyak portal berita yang baru didirikan kemudian berkembang pesat. Bahkan sejumlah konglomerat terjun ke bisnis ini dengan membeli portal berita yang sudah ada dan baru didirikan oleh mereka yang tidak memiliki latar belakang bisnis sekalipun. Boleh dikatakan, ini adalah saat booming kembalinya bisnis online setelah sempat anjlok pada satu dekade terakhir.

Pada periode ini, banyak pendatang baru. Apalagi dengan kemajuan teknologi dan begitu banyak kemudahan, siapa pun bisa membuat usaha online, dengan tanpa modal sekalipun.

Menurut para pengamat, kali ini bisnis online ini akan jauh lebih bertahan dan kuat karena fondasi ekonominya cukup bagus. Karena itu, kalau pendapat para ahli ini benar, maka probabilitas untuk bertahan dan sukses cukup besar. Tinggal disertai kerja keras, kerja cerdas, ketekunan dan kesabaran. Ini modal untuk maju dan bertahan. Lebih bagus lagi, kalau ada modal besar pula.

Kelompok anak muda tadi memiliki idealisme dan mimpi besar. Dan, saya kira, mereka memiliki modal dasar ini. Meskipun, mereka sama sekali tidak memiliki. Lalu, apakah mereka bisa maju? Bisa. Tidak ada yang mustahil. Apalagi kalau mereka kerja keras, komit pada mimpi besar mereka, tekun dan inovatif plus ada pemodal yang mau berinvestasi. Karena itu mari kita tunggu cerita sukses dari anak-anak muda yang membidani lahirnya www.wartaukm.com ini. (Alex Madji)