Kamis, 15 September 2011

Mau Cantik? Minum Air Putih yang Banyak


Leila Lopes, Miss Angola, dinobatkan sebagai Ratu Sejagat atau Miss Universe pada Senin, 12 September 2011 di Sao Paulu Brasil atau Selasa, 13 September 2011 siang WIB. Dia adalah wanita pertama Angola, bekas negara jajahan Portugis di Afrika yang berbatasan dengan Namibia dan Kongo, yang menjuarai ajang perempuan tercantik di dunia ini.

Leila Lopes atau yang bernama lengkap Leila Luliana da Costa Vieira Lopes lahir di Provinsi Benguela, Angola 25 tahun silam. Saat ini dia tercatat sebagai mahasiswa bisnis di sebuah universitas di Inggris. Sejak kecil, Leila Lopes suka merias dan rajin baca.

Perempuan bertinggi badan 5 feet 10,5 inci ini menyisihkan 21 perempuan cantik Angola lainnya sebelum dinobatkan sebagai Miss Angola dan mewakili negaranya ke Sao Paulo, Brasil pada kontes Ratu Sejagat.

Di Sao Paulo, Leila Lopes akhirnya menyisihkan 88 peserta lainnya. Terpilihnya Leila Lopes sungguh diluar dugaan. Banyak orang memperkirakan, Miss USA, Alyssa Campanella akan dinobatkan sebagai Ratu Sejagat tahun ini menggantikan Miss Universe 2010 asal Meksiko, Ximena Navarrete.

Leila dinobatkan sebagai Ratu Sejagat bukan melulu karena kecantikannya, tetapi karena kebernasan cara berpikirnya. Meskipun Leila Lopes sendiri mengakui bahwa dia terpilih karena senyumnya yang manis. Tetapi pasti bukan hanya karena itu. Ada hal yang lebih penting dari itu yakni jawabannya atas pertanyaan-pertanyaan penting tim juri.

Salah satu pertanyaannya adalah bagaimana pendapat dia tentang rasisme mengingat dia adalah satu dari segelintir orang Afrika yang mengikuti kontes tersebut. Leila Lopes mengatakan, “Para pelaku rasis perlu dibantu. Tidak normal pada abad ke-21 untuk berpikir dengan cara seperti itu.”

Hebat. Dia tidak mengutuk para pelaku rasis. Sebaliknya dia mengajak untuk membantu mereka agar keluar dari cara berpikir yang aneh dan tidak sehat seperti itu pada abad modern seperti ini.

Lebih memukau lagi ketika dia ditanya tentang apa yang dilakukannya untuk menjaga tubuhnya tetap cantik, termasuk dengan operasi plastik. Menjawab pertanyan ini, gadis ini menjawab, “Terima kasih Tuhan, saya puas sekali dengan apa yang sudah diciptakan Tuhan untuk saya dan saya tidak akan mengubah apa pun. Saya mengakui bahwa saya adalah seorang perempuan yang memiliki kecantikan dari dalam (inner beauty). Saya memegang teguh prinsip-prinsip kencatikan luar biasa yang diwariskan keluargaku dan saya akan mengikuti itu untuk kebahagian hidupku.”

Dengan kata lain, untuk menjadi cantik tidak perlu dengan operasi plastik. Apa yang ada, sudah cukup untuk menjadi cantik. Hanya perlu dipoles dengan tidur yang cukup, pakai sunblock setiap hari, bahkan saat mendung sekalipun, serta banyak minum air putih. Inilah rahasia kecantikan versi Leila Lopes. Sesederhana itu. Tips ini harus diikuti oleh semua perempuan di dunia. Pernyataan ini seakan juga kritik terhadap begitu banyak perempuan yang berupaya mempercantik diri dengan berbagai jenis operasi plastik.

Leila Lopes semakin simpatik ketika dia menyapa hadirin di Sao Paulo dengan berbicara Bahasa Portugis. Maklum baik Angola maupun Brasil, sama-sama jajahan Portugal dan menggunakan Bahasa Portugal.

Maka semakin sempurnalah kecanikan Leila Lopes malam itu. Secara fisik cantik, otak bernas, dan simpatik pula. Selamat ya. (Berbagai Sumber/Alex Madji)

Rabu, 14 September 2011

Pria-pria Arab di Puncak


Jusuf Kalla (JK), dalam sebuah pidato di kantor Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata ketika masih menjadi Wakil Presiden, pernah mengungkapkan keberadaan pria-pria Timur Tengah di kawasan Puncak Bogor.

Dalam pidato itu antara lain dikatakan bahwa di kawasan Puncak, banyak pria Timur Tengah yang menikah siri dengan gadis-gadis setempat. Hal ini, menurut Kalla, baik supaya makin banyak orang yang menjadi artis di Indonesia. Pasalnya, hasil dari kawin beda ras itu pasti akan melahirkan keturunan hidung mancung dengan kulit putih yang laku di dunia sinetron Indonesia. Pidato ini terkesan lucu saat mendengarnya.

Tetapi keesokan harinya, setelah menjadi headline di sebuah koran berbahasa Inggris di Jakarta, pernyataan JK ini mendapat protes dari para aktivis perempuan. Menurut mereka, pernyataan itu ikut melecehkan martabat perempuan Indonesia. Tetapi Kalla menanggapi kritik itu dengan enteng.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya Jumat, 9 September 2011 lalu saya menyaksikan sendiri betapa banyak pria-pria Timur Tengah yang lalu lalang di kawasan Cisarua, Bogor.

Ketika itu, kami sekeluarga pergi rekreasi di Taman Safari, Cisarua Bogor. Di tempat itu, kami menyaksikan begitu banyak pria Timur Tengah mengunjungi tempat rekreasi tersebut. Ada yang datang dengan teman lelakinya. Ada pula yang datang dengan teman perempuannya yang mengenakan cadar (penutup wajah) sesama warga Timur Tingah. Tetapi tidak sedikit yang datang dengan perempuan Indonesia.

Mereka antusias menyaksikan berbagai jenis satwa di Taman Safari dan menikmati berbagai fasilitas rekreasi di kawasan tersebut. Mereka berbaur dengan warga lokal yang hari itu tidak terlalu padat karena baru selesai libur lebaran. “Hari ini agak sepi karena baru selesai libur lebaran. Pada hari lebaran kemarin, jumlah pengunjung membeludak,” kata seorang pelayan Kafe Onta yang ada di kompleks Taman Safari.

Selepas itu, kami keluar dari Taman Safari menuju Puncak Pas. Selain untuk sekedar memanjakan mata dengan pemandangan hamparan kebun teh yang luas dan menikmati udara dingin, kami mencari tempat makan siang yang makannya sedap dengan harga terjangkau. Kami lalu memilih Restoran Rindu Alam di Puncak Pas. Di sana kami menikmati sajian sate kambing, sate ayam, sup ikan gurame, cah kangkung plus berbagai rupa jus. Udara dingin membuat sajian di atas meja sangat cepat dingin.

Dalam perjalan menuju dan dari Puncak Pas itu kami kami melihat begitu banyak pria Timur Tengah yang lalu lalang di sepanjang Jalan Raya Puncak. Ada yang dibonceng motor dengan atau tanpa helm. Ada pula yang pesiar di sekitar Cisarua dengan berjalan kaki.

Pun di Restoran Rindu Alam. Tidak sedikit dari mereka yang menikmati makanan Indonesia di tempat yang sangat strategis tersebut. Ada yang datang dengan teman lelakinya. Ada pula yang datang dengan pasangannya, perempuan Indonesia.

Senja itu, kami merasa seperti sedang berada di Timur Tengah, saking banyaknya pria Timur Tengah di kawasan tersebut. Maka benar kata JK, bahwa kawasan Puncak rupanya memang cukup menarik perhatian wisatawan Timur Tengah.

Tetapi, mudah-mudahan bukan karena teteh-teteh yang menjadi “objek wisata” mereka tetapi sungguh karena keindahan alam terutama Kebun Teh di Puncak dan Taman Safari di Cisarua, Bogor. (Alex Madji)

Senin, 12 September 2011

Sepotong Senja di Deltamas


Sabtu, 10 September 2011. Senja tiba. Matahari memerah perlahan turun di balik ufuk. Angin semilir berhembus perlahan membuai kami yang sedang duduk di salah satu saung Restoran "Alam Sari", Kota Deltamas, Cikarang.

Hamparan danau buatan membentang di depan. Di seberang sana, kendaran lalu lalang melintasi tol Jakarta-Cikampek. Ramainya minta ampun. Sementara beberapa lelaki paruh baya naik sampan bambu mencari ikan di danau tesebut. Sedangkan segerombalan anak kecil, tamu-tamu yang mampir di restoran itu, bermain di pinggir danau, menikmati semilir angin yang berhembus.

Sementara Restoran Alam sari sangat sejuk. Saung-saung berdiri di antara rimbunan pohon. Kini, tempat itu sudah jadi hutan. Teduh dan sejuk. Di balik pohon-pohon itu, kami mengintip sun set. Mempesona. Serasa berada di perkampungan yang jauh dari ibu kota Jakarta.

Dari kejauhan, terdengar suara kodok sahut menyahut dari balik batang-batang padi di petak-petak sawah di antara saung di kompleks restoran tersebut. "Benar, itu suara kodok pak," kata salah satu pramu saji di restoran yang terletak di bibir jalan tol Jakarta-Cikampek, kompleks perumahan Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat itu.

Ini untuk kedua kalinya saya datang ke Alam Sari. Beberapa tahun lalu, saya mampir di sini. Tapi suasananya masih gersang dan panas. Pohon-pohonnya belum rindang. Beberapa pohon, baru ditanam. Sebagian sudah bertumbuh tetapi dedaunan pohon itu belum rimbun.

Tetapi kali ini suasananya sudah berbeda. Semua pohon sudah besar. Saung-saung yang berjejer di pinggir danau itu sudah tertutup pohon. Suasananya lebih gelap. Makin romantis, ketika mentari sore menghilang, lilin-lilin di saung dinyalakan. Romantis sekali.

Selain suasana yang teduh, sejuk, dan romantis itu, makanannya juga lumayan enak. Berbagai makanan seperti ikan dengan berbagai macam cara masak lumayan enak dilidah dengan harga cukup terjangkau. Sayang, jus-jusnya seperti jus mangga rasanya terlalu manis dan ada rasa nutrisarinya. Jus alpokad juga terlalu banyak susunya. Sementara es kelapa muda, tidak asli lagi. Sebab, ke dalam air kelapa yang ada di dalam tempurung ditambahkan gula. Malahan, rasa gulanya terlalu kental. Inilah yang membuat kurang maknyus sore itu.

Nah, mau coba sendiri? Silahkan datang ke sana. Kalau Anda dari arah Jakarta, Anda bisa melewati Tol Jakarta-Cikampek dan keluar pintu tol Kota Deltamas. Kalau Anda datang dari arah Bandung atau Jawa, Anda juga kelaur pintu tol Kota Deltamas. Begitu keluar tol, sudah terlihat tulisan restoran Alam Sari di sebelah kiri.

Setelah keluar tol, di lampu merah di depan kantor pemasaran, Anda belok kiri. Tak jauh dari itu Anda belok kiri lagi melewati jalan yang membelah bukit yang di atasnya ada tulisan "Kota Deltamas" sebelum akhirnya berhenti di Alam Sari. Selamat menjajal. (Alex Madji)

Jumat, 09 September 2011

Semoga Kegagalan TV7 Tidak Terulang


Dunia pertelevisian Indonesia sekarang makin marak dengan kehadiran stasiun-stasiun televisi baru. Persaingan pun makin sengit.

Paling anyar adalah KompasTV. Peluncurannya dilakukan secara besar-besaran pada 9 September 2011 malam di Jakarta Convention Center. Acaranya dikemas dengan sangat megah. Stasiun ini mengusung spirit: Inspirasi Indonesia.

Sebelumnya, sudah ada stasiun-stasiun televisi baru yang mengudara seperti Elshinta TV, BTV, Ochannel dan masih ada beberapa lagi. Tetapi, peluncuran KompasTV ke publik terhitung paling megah di antara media televisi pendatang baru itu.

Acara yang megah itu kemungkinan menunjukkan keseriusan mereka masuk dalam bisnis televisi ini. Pada saat yang sama, mau ditunjukkan pula kehadiran mereka janganlah dianggap enteng. Mereka mau menunjukkan eksistensinya dalam bisnis ini.

Maklum, KompasTV adalah media televisi Grup Kompas Gramedia, raja media massa di Indonesia. Sebenarnya ini bukan baru pertama kali grup ini mendirikan media televisi. Sebelumnya, Kompas mendirikan TV7. Tetapi, stasiun ini gagal hingga akhirnya dibeli Trans Corporation milik Chairul Tandjung. Kini TV7 menjelma menjadi Tras7 hasil perkawinan Trans dan TV7.

Sebagai penguasa media cetak di Indonesia, Grup Kompas Gramedia patut memiliki media televisi sendiri. Selain karena media televisi paling mudah menjangkau pemirsa juga karena perkembangan media cetak stagnan dan bahkan diramalkan akan mati. Lebih dari itu, kue iklan paling besar saat ini diraup media televisi. Karena itu secara bisnis, mendirikan televisi sangat menggiurkan.

Meski demikian, pasar jugalah yang akan menentukan dan menyeleksi. Pasar akan menajdi hakim bagi media-media baru, termasuk KompasTV. Kalau program-program KompasTV diterima pasar mereka akan bertahan hidup. Tetapi kalau tidak, mereka akan gulung tikar.

Tetapi tentu saja, Grup Kompas-Gramedia sudah belajar dari kegagalan TV7. Sebab, ada keyakinan, kegagalan adalah kunci kesuksesan. Maka dengan mendirikan KompasTV, Grup ini ingin meraih sukses di bisnis pertelevisian sesukses harian Kompas dan anak serta cicit perusahan media cetak grup itu lainnya.

Akhirnya, selamat datang KompasTV dan semoga sukses dan tidak mengulangi kegagalan TV7. (Alex Madji)

Rabu, 07 September 2011

Menjaga DNA Apple dengan Intuisi


Steve Jobs, pendiri dan pemimpin karismatis Apple Inc, sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Chief of Officer (CEO) raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) tersebut karena alasan kesehatan. Tepatnya pada 24 Agustus 2011. Pada saat bersamaan, dia mengumumkan penggantinya, yaitu Timothy D Cook.

Pengunduran diri Jobs mengagetkan dunia. Pasalnya, Apple sudah identik dengan Jobs. Kesuksesan Apple adalah kesuksesan Jobs dan sebaliknya. Karena itu, koran-koran besar AS melihat Jobs identik dengan Apple. Kemunduran Jobs diprediksi menjadi “lonceng kematian” Apple.

Tetapi Jobs dalam sambutan perpisahannya meminta para investor tidak panik dan tetap tenang. Sebab, orang yang menggantikannya adalah figur tepat dan sudah menguasai visi, misi, filosofi, dan kultur Apple. Meskipun, Cook baru bergabung dengan perusahan itu pada 1998.

Menyadari keraguan publik atas dirinya seperti itu, Cook segera mengirim surat elektronik kepada seluruh karyawan Apple sesaat setelah dia mengambil alih tugas dan peran Jobs. Dalam surat itu Cook menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya Apple tidak akan berubah. Apple akan tetap inovatif.

“Sebagai CEO, saya mendapat peluang emas untuk membawa perusahan ini sebagai yang paling inovatif di dunia. Bergabung dengan Apple adalah keputusan terbesar yang pernah saya ambil selama hidup dan sungguh luar biasa bahwa saya boleh bekerja sama dengan Steve (Jobs) selama 13 tahun. Saya membagikan optimisme Steve bagi masa depan Apple yang lebih cerah,” kata Cook dalam pembukaan suratnya itu.

Cook menegaskan lagi bahwa dia akan tetap mempertahankan budaya Apple yang unik dan tetap menciptakan produk-produk yang inovatif dan eksklusif. “Saya ingin Anda percaya bahwa Apple tidak akan berubah. Saya memegang teguh prinsip-prinsip dan nilai-nilai unik Apple. Steve (Jobs) membangun perusahan ini dengan budaya yang tidak dimiliki oleh perusahan lain di dunia. Karena itu, saya akan tetap mempertahankan apa yang sudah menjadi DNA (deoxyribonucleic acid) perusahan ini. Kita akan terus menghasilkan produk-produk terbaik di dunia yang memuaskan para pelanggan kita dan membuat karyawan kita bangga pada apa yang mereka hasilkan,” lanjut Cook.

Timothy D Cook sebenarnya bukan orang baru dalam jabatan ini. Dia sudah dimagang dan siapkan oleh Steve Jobs sendiri. Sebab setiap kali Jobs beurusan dengan rumah sakit, tugas dan tanggung jawab Jobs diambil alih Cook. Misalnya, pada 2004, Cook menjadi CEO selama dua bulan ketika Jobs sedang dalam pemulihan pasca operasi kangker pankreas. Lalu pada 2009, Cook kembali menjadi CEO selama beberapa bulan ketika Jobs menjalani transplantasi hati. Lalu pada Januari 2011, Jobs juga absen memimpin perusahan besar itu karena alasan medis. Maka tugas Jobs sehari-hari diambil alih Cook.

Dari Keluarga Sederhana
Timothy D Cook lahir di Robertsdale, Alabama, pada 1 November 1960. Dia baru akan berumur 51 tahun. Bapaknya adalah buruh galangan kapal di kota itu, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga biasa.

Cook menamatkan pendidikan menengahnya di Robertsdale High School. Kemudian menempuh pendidikan tinggi dan lulus dari Auburn University. Sedangkan gelar MBA (Master of Business Administration)-nya diraih di Sekolah Bisnis Fuqua, Duke University.

Setelah menamatkan pendidikan, dunia pekerjaan Cook tidak jauh dari teknologi komputer. Dia bekerja selama 12 tahun di IBM. Dia pernah menjabat Direktur Amerika Utara perusahan komputer ternama tersebut. Kemudian dia pindah ke Compaq. Tetapi hanya bertahan enam bulan di perusahan itu sebelum direkrut Steve Jobs ke Apple pada 1998. Selama di Apple, Cook menjabat Senior Vice President for Worldwide Operations. Dari situ kemudian dia ditunjuk menjadi CEO Apple. Dengan dipilih sebagai CEO Apple, Cook kini menjadi salah satu ekeskutif perusahan yang paling berkuasa di dunia.

Dalam kerja, Cook sangat menekankan pentingnya intuisi. Pasalnya, intuisi itu pulalah yang membimbingnya mengambil keputusan besar dalam kehidupannya, bergabung dengan Apple Inc. Tetapi, intuisi itu jangan dibiarkan sendiri. Dia harus dilengkapi dengan persiapan yang matang dan kerja keras.

Cook dilukiskan sebagai orang yang sangat fokus pada orang yang dengannya dia bisa “nyambung” secara emosional. Dia juga dilukiskan sebagai orang yang gila kerja. Dia selalu menjadi orang pertama yang datang ke kantor dan orang paling akhir tinggalkan kantor. Komitmennya pun jauh lebih tinggi dari yang lain.

Bayangkan, dia sudah rutin kirim email mulai pukul 04.30 pagi. Bahkan hari Minggu malam dia manfaatkan untuk rapat dengan stafnya melalui telepon untuk mempersiapkan pekerjaan pada satu minggu ke depan.

Di tengah kesibukannya itu, Cook selalu menyediakan waktu untuk berolah raga. Kebetulan juga dia suka olah raga. Olah raga vaforitnya adalah naik gunung, bersepeda, dan fitness. Dengan olah raga dia menciptakan tubuh yang sehat. Sebab ada pepatah latin, mens sana in corpore sano (Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat). Dengan fisik dan pikiran yang sehat dia mau menjaga DNA Apple dan menjadikannya sebagai perusahan paling inovatif di dunia. Selamat Mr Cook. (Dari Berbagai Sumber/Alex Madji)

Senin, 05 September 2011

Anak Orang Kampung Itu Kini Jadi PM Jepang

Yoshihiko Noda namanya. Umurnya baru 54 tahun. Tetapi dia sudah menduduki jabatan tertinggi di Pemerintahan Jepang. Yaitu menjadi Perdana Menteri (PM) menggantikan Naoto Kan. Dia terpilih pada Senin, 29 Agustus 2011 setelah mengalahkan lawan-lawannya, sesama Partai Demokrat yang menguasai majelis rendah negeri matahari terbit itu. Noda mengantongi 215 suara. Sementara pesaingnya, Menteri Industri dan Perdagangan Banri Kaieda hanya mendapat 177 suara.

Noda adalah PM ke-6 Jepang pada lima tahun terakhir. Kalau mulus, masa jabatannya akan berakhir pada September 2012. Noda dinilai sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan moderat untuk menghadapi krisis nasional saat ini.

Meski demikian, Noda melukiskan dirinya sebagai orang yang biasa saja. Anak orang miskin dan tidak kaya. Meski tampan, tetapi dia tidak mau menjual ketampanan. “Saya orang biasa. Saya tidak punya banyak sumber ekonomi. Saya tidak pentingkan penampilan dan saya tidak menjual tampang saya,” kata Noda saat mengumumkan pencalonanya menjadi PM Jepang beberapa waktu silam.

Sebelum menjadi PM negeri samurai itu, Noda menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Naoto Kan yang kemudian menjadi PM. Sebagai Menteri Keuangan, Noda berjuang keras memulihkan ekonomi Jepang yang masih dilanda resesi, tingginya utang negara dan menguatnya nilai tukar yen atas dolar, sehingga memukul pendapatan ekspor para eksportir Jepang.Selain itu, Noda juga menghadapi tingginya angka pengangguran di negeri itu yang menurut data bulan Juli 2011 mencapai 4,7 persen. Ini pulalah yang dihadapi Noda selama mengembang menjadi PM Jepang.

Orang Kampung
Yoshihiko Noda lahir 20 Mei 1957 dari sebuah keluarga miskin di Funabashi, Chiba. Dia putra seorang anggota Pasukan Bela Diri Jepang yang bertugas hanya sebagai pelayan di kesatuannya. Sementara kakeknya adalah petani lokal.Meski anak petani, Noda lulus dari sekolah prestisius di Jepang. Dia lulus dari Sekolah Ilmu Politik dan Ekonomi Universitas Waseda, universitas ternama di Jepang, pada 1980. Dia juga lulus dari Institut Pemerintahan dan Manajemen Matsushita, sebuah institusi prestisius yang didirikan pendiri Panasonic, Konosuke Matsushita. Institut ini juga terkenal dengan latihan seni Jepang Kuno, seperti pesta minum teh Jepang, pertarungan stik Kendo, dan meditasi Zen. Selama menempuh pendidikan di tempat ini, dia sekaligus bekerja paruh waktu sebagai pembaca meteran gas rumah tangga di Prefektur Chiba.

Dalam dunia olah raga, Noda adalah penggemar bela diri judo dan gulat. Bahkan dia mengantongi sabuk hitam dalam olah raga Judo. Noda kemudian menikah dan memiliki dua orang anak.

Sejak muda, Noda aktif di politik. Dia mula-mula menjadi anggota Partai Buruh Jepang pada 1992-1994. Baru setahun menjadi anggota partai ini, dia sudah terpilih sebagai anggota Majelis Rendah mewakili Distrik Chiba pada 1993 dalam umur 29 tahun. Inilah untuk pertama kalinya dia terjun ke pentas politik nasional.Setelah keluar dari partai itu, dia kemudian bergabung dengan Partai Demokrat pada 2000 (beberapa sumber lain menyebutkan sejak 1998). Karir politiknya di partai ini terus meroket. Di partai ini, Noda dikenal sebagai seorang reformis. Meskipun, dalam bidang keuangan dia cukup konservatif.

Pada 2010, PM Naoto Kan memilihnya menjadi Menteri Keuangan menggantikan dirinya yang naik menjadi PM Jepang. Gempa bumi dahsyat dan tsunami hebat yang melanda Jepang pada Maret 2011 lalu yang diikuti krisis nuklir ternyata membawa “keuntungan politik” bagi Noda.

Ketidakmampuan Kan menangani krisis itu membuat pamornya terus merosot dan muncul desakan dari internal partai untuk berhenti dari presiden Partai Demokrat Jepang yang juga berarti mundur dari PM Jepang.Kan memang akhirnya mundur dan Noda terpilih menggantikannya.

Selamat Tuan Noda. Mudah-mudahan Anda bisa mengemban amanat rakyat Jepang untuk memimpin negara itu baik untuk melewati krisis yang sedang terjadi di sana maupun dalam bersaing dengan negara lain, terutama tetangganya Cina. Lebih dari itu, bisa memberi contoh untuk pemimpin lain di Asia, terutama Indonesia. (Dari berbagai sumber/Alex Madji)

Setelah Libur Lebaran 2011

Lebaran telah usai. Warga yang mudik sudah kembali ke kota. Meski demikian, pada Senin 5 September 2011, hari pertama kerja setelah libur lebaran, jalanan Jakarta masih lengang. Tidak ada kemacetan berarti. Perjalanan dari rumah ke kantor, lewat Kebon Kacang-Paninggian-Joglo-Pos Pengumben-Jalan Panjang-Senayan-Semanggi lancar. Di titik-titik yang biasanya macet, hari ini masih lancar.

Hanya saja, saya mengalami sedikit sial. Pasalnya, motor yang saya kendarai mogok persis di lampu merah Pos Pengumben (yang mau ke Jalan Panjang). Di tempat yang sama, saya pernah mengalami masalah serupa tapi tak sama. Saat itu, ban motor RX King saya gembos. Saya harus dorong hingga tempat tambal ban yang terletak persis setelah lampu merah Pos Pengumben (perihal tukang tambal ban ini sudah saya tulis dalam blog ini).Hari ini, Honda Revo milik istri saya mogok. Ke tempat tambal ban yang sama, saya dorong motor itu. Businya dibuka. Setelah dibersihkan pakai spiritus, tetap saja mati.

Entah apanya yang dibuka oleh tukang tambal ban yang kali ini dilayani orang Kupang, kemudian hidup kembali. Saya pun melanjutkan perjalan ke kantor.Alhasil, saya baru sampai kantor pukul 08.30 WIB. Terlambat dari biasanya. Meskipun tidak ada yang marah dan sanksi atas keterlambatan tersebut. Kecuali beban moral yang saya “ciptakan” sendiri.

Di Rumah Saja
Saya praktis menjalani libur lebaran mulai Jumat, 26 Agustus 2011. Hari itu saya pulang jam 12.00. Pasalnya, saya harus mengantar pembantu ke Terminal Lebak Bulus. Sorenya, saya harus main dengan anak. Saya baru upload berita lagi pada malam harinya, ketika anak-anak terlelap dalam keheningan malam.Keesokan harinya, saya memang dapat jatah tidak masuk. Hari ini bablas tidak upload berita. Paginya, masih antar pembatu yang satu lagi ke Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan.

Keinginan untuk jogging pagi itu, seperti yang biasa saya lakukan, juga batal karena harus mengurus anak dan rumah bersama istri. Saya baru bisa jogging sore harinya karena ada saudara yang bertandang untuk acara “bakar-bakar” malam harinya. Jadi bisa titip anak sebentar. Minggu, 28 Agustus juga saya libur. Saya baru isi berita lagi pada Senin 29 Agustus 2011. Itu pun sore hari, ketika anak-anak semua tidur.

Sedangkan 30 Agustus sampai 1 September 2011, saya libur total. Hari-hari ini saya isi dengan menjemput adik dan kakak bapak saya ke Bandara pada Selasa 30 Agustus. Hari-hari selanjutnya diisi dengan bercengkerama dengan mereka yang baru datang dari kampung.Jumat 2 September, sempat ke kantor. Tetapi, pulang siang dan mengikuti sebuah diskusi tentang tambang di Cempaka Putih sebelum melanjutkan perjalanan ke Buaran, Jakarta Timur untuk mengunjungi rumah saudara bersama adik dan kakak bapa saya di sana. Sedangkan Sabtunya, saya kerja di rumah saja. Lalu sorenya ke Depok dan baru pulang pada Minggu, 4 September 2011.

Begitulah liburan lebaran tahun ini diisi. Tidak terlalu luar biasa, kecuali bisa berkumpul dengan keluarga. Akhirnya, selamat beraktivitas kembali, sampai libur lebaran tahun depan. (Alex Madji)